Sajadah Pelangi

SAJADAH PELANGI Ibaratkan hamparan bumi ini selembar sajadah sebagai panggung pelangi yang warna warninya indah dipandang dan dinikmati bening merajuk sukma penuh damai dan indah. Jadikalah detik-detikmu, hari-harimu berwarna dan berharga, biarkan bulan tenggelam, suka duka, pilu dan rindu tak terpisah, ciptakan semangat dan harapan dalam doa dan ikhtiar satupadukan jiwa dan rasa syukur yang tiada akhir atas karunia dan rahmatNya, jadikan hamparan bumi ini sebagai panggung ibadah, bentangkan akhlakul karimah, bentengi iman dan taqwa, hablumminallah wa hablumminannas, insya Allah sikap, laku dalam hidup dan kehidupan kita kini dan esok bahagia ...surga menanti.

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...