LOKAKARYA ORIENTASI

 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

KABUPATEN MAJENE

ANGKATAN 8

SABTU, 13 MEI 2023



Kegiatan Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak  yang diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak Sulawesi Barat pada hari Sabtu 13 Mei 2023 bertempat di Ruang Ppla Bupati Majene.Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Balai Guru Penggerak bapak Jasman, S.Pd, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Majene bapak Muh. Saupan.

Pembukaan dipandu oleh Pengajar Praktik Ibu Nur Amaliah dari Universitas Sulawesi Barat, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Guru Penggerakdi pandu oleh Yayu Mei Afriyanti (CGP). Sambutan oleh Kepala Balai Guru Penggerak secara virtual, lalu dibuka secara resmi oleh Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Majene. Setelah dibuka dilanjutkan penjelasan Agenda dan Tujuan oleh Herlina, S.Pd., M.Pd perwakilan Pengajar Praktik.

Semua Calon Guru Penggerak hadir sejumlah 20 orang, pengajar Praktik 4 orang, Koordinator Pengawas, Pengawas dari setiap jenjang SMA/SMK 3 orang, Pengawas SMP 3 orang, Pengawas SD 4 orang, dan Pengawa TK 1 orang. Semuanya mengikuti kegiatan penuh semangat.

Aktivitas lokakarya orientasi mencakup Pembukaan, Perkenalan Diri dibawakan oleh Nur Amaliah, Kesepakatan Kelas oleh Yusti Indarsih, Memetakan Harapan dan Kekhawatiran dari masing-masing CGP dan Kepala Sekolah oleh Rahmatiah, Pengantar Program Guru Penggerak dan Perjalanan Guru Penggerak oleh Herlina, Posisi Diri oleh Herlina, serta pengenalan Portofolio digital dan ditutup dengan refleksi.

Disela-sela kegiatan, para CGP mengerjakan Lembar Kerja yang diberikan oleh kami Pengajar Praktik. Suasana semakin mencair ketika para CGP membacakan Harapan dan kekhawatiran serta strategi yang akan dilakukan ketika mengikuti dan menjalani Program pendidikan Guru Penggerak selama 6 bulan ke depan .



0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...