Kuta Beach Heritage



The Kuta Beach Heritage Hotel Bali-Managed by Accor Hotels, sangat memanjakan untuk berlibur. Di hotel ini memudahkan kita menikmati sunset dengan suasana yang berbeda karena berda di depan jalan raya yang padat. Hotel berbintang 5 dengan biaya Rp 1.155.000/hari,  ini menawarkan akses yang sangat mudah mengantar kita berkelana di pantau Kuta Bali, wifi gratis, pemandangan menohok langsung ke pantai Kuta.

Keragaraman hotel menambah khazanah, desain kamar dipengaruhi budaya Bali yang modern, fasilitasnya TV dengan saluran lengkap. Kamar mandi dilengkapi shower, headrager



The Kuta Beach Heritage Hotel Bali - Managed by AccorHotels menawarkan pengalaman makan berbeda di 3 restoran dan bar hotel. Restoran Waves menyajikan sarapan buffet dengan menu internasional, sedangkan Riva Bar and Restaurant menawarkan pemandangan indah Teluk Kuta untuk menemani sesi makan kamu. Koktail favoritmu dapat dinikmati sambil menunggu matahari terbenam di Surf Pool Bar di tepi kolam renang. 
 
The Kuta Beach Heritage Hotel Bali - Managed by AccorHotels berjarak 3 menit berjalan kaki dari pusat perbelanjaan Beachwalk, 8 menit berjalan kaki dari Kuta Square dan 14 menit berjalan kaki dari Waterbom Bali. Bandara Internasional Ngurah Rai berjarak 5.4 km dan layanan antar-jemput bandara tersedia dengan biaya tambahan. 




0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...