Lonching Gerakan Literasi MANDARRAS

Kamis, 20 Nopember 2025, Festival Literasi Sulawesi Barat Menuju Sulawesi Barat Cerdas Melalui Gerakan Sulbar Manddarras. Kegiatan secara virtual atau online Gubernur Sulawesi Barat melonching Gerakan Sulbar Mandarras. Pelaksanaan kegiatan Launching Festival Literasi Sulbar berlangsung pada hari itu bertempat di provinsi Sulawesi Barat kota Mamuju dengan diikuti oleh seluruh sekolah di wilayah Sulawesi Barat bersama warga sekolah masingmasing. 

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Gubernur, Kepala Perpustakaan Pusat, dan Pengkuhan Bunda Literasi Provinsi. Festival ini resmi di buka oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI Prof E. Aminuddin Azis. Beliau menekankan pentingnya penguatan budaya literasi sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan serta membentuk karakter peserta didik yang berpikir kritis, kreatif, dan berdaya saing. 

Pada kegiatan tersebut juga peluncuran buku karya penulis lokal. Kegiatan Launching Gerakan Literasi Sekolah berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh warga sekolah. Acara dibuka dengan sambutan yang menekankan pentingnya budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Simbolisasi peluncuran dilakukan dengan membacakan buku bersama, memajang pojok baca, serta memperkenalkan berbagai program literasi yang akan dijalankan, seperti literasi baca-tulis, literasi digital, literasi numerasi, dan literasi budaya kewargaan. 

Melalui gerakan ini, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendorong kreativitas siswa. Diharapkan Launching Gerakan Literasi menjadi langkah awal yang kuat untuk menumbuhkan kebiasaan literasi dalam kehidupan sehari-hari.




 Prosesi peluncuran ditandai dengan pembacaan buku bersama, pameran litrasi, bedah buku, dan sesi inspiratif yang melibatkan komunitas, perpustakaan, sekolah dan relawan literasi serta pengenalan program-program literasi yang akan dilaksanakan, seperti literasi baca-tulis, literasi digital, literasi numerasi, dan literasi budaya kewargaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan Launching ini, sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan lingkungan belajar yang literat dan mendukung peningkatan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan.


0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...