OUT DOOR Pembibitan Mangrove

Adiwiyata UPTD SMA N 1 Majene melakukan out door untuk melaksanakan salah satu programnya menanamkan kepada peserta didik bagaimana peduli lingkungan di luar area sekolah. Aksi yang dilakukan dalam rangka hari hijau sedunia.
Mangrove adalah tumbuhan yang tumbuh di alam sekitar pesisir pantai. Tumbuhan tersebut sangat penting dalam kelangsungan ekosistem  laut. Akat pada tumbuhan magrove sangat membantu dalam menahan abrasi, menjadi kelangsungan hidup biota laut. Akr tumbuhan tersebut dapat menyerap karbon dioksida. 
Kegiatan out door yang dilakukan oleh guru dan peserta didik di area magrove Sendana. Relawan sudah menyiapkan buah magrove. Sebelum melakukan pembibitan lebih awal mendengarkan edukasi mengenai pentingnya menjaga alam sekitar, kepedulian terhadap alam sekitar, manfaat tumbuhan magrove. 
Kegiatan lanjutan, seluruh peserta ke area pembibitan, relawan menjelaaskan dan mendemostrasikan teknik dan cara pembibitan.  Selanjutnya masing-masing mengambil polybag lalu diisi tanah yang bercampur pasir. Setelah pembibitan selesai, dilanjutkan kegiatan menanan magrove dilahan dipesisir pantai.


Foto pribadi: proses melakukan pembibitan mangrov'

Kegiatan yang dilakukan sebagai sarana edukasi bagi peserta didik betapa pentingnya 

Sebagai wujud kepedulian terhadap alam, para siswa bersama guru melaksanakan kegiatan pembibitan mangrove. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus melatih tanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan dimulai dengan pengenalan jenis-jenis mangrove dan manfaatnya. Setelah itu, peserta mengumpulkan buah mangrove yang sudah matang untuk dijadikan bibit.

Buah yang telah dikumpulkan kemudian disemaikan di polybag berisi campuran tanah, pasir, dan lumpur. Setiap siswa bertugas menyiram dan merawat bibit hingga siap dipindahkan ke area penanaman di pesisir. Dalam prosesnya, siswa belajar tentang pentingnya ketelatenan, kerja sama, dan cinta lingkungan.

Melalui kegiatan pembibitan mangrove, para siswa bukan hanya belajar biologi atau ekosistem, tetapi juga nilai kehidupan: menjaga alam berarti menjaga masa depan. Bibit-bibit kecil itu menjadi simbol harapan baru bagi bumi dan generasi berikutnya.







 

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...