Sehari di Kraton

 Berada di depan  gerbang keraton

Aku merasa 

Pagi hari waktu itu, matahari mulai muncul di ufuk Timur. Selesai sarapan di kost, bertepatan juga memesan grab untuk mengantar ke Keraton. Hari itu Jumat, udara di sekitar keraton sepoi-sepoi, pohon randu yang besar tempat para pengunjung berteduh dan di sekitarnya para pedagang menjajakan kain dan baju bermotif  Yogyakarta.

Kami memasuki gerbang dengan cerita canda bersama bungsuku, dan ayah. Gerbang utama keraton terdengar merdu suara gamelang dan aroma dupa terasa lembut. Dari jauh tampak pada abdi dalem menggunakan pakaian tradisonal dengan corak kain jarik dan blankon menyambut kedatangan para pengunjung. Takjub sapaan para dalem begitu lembut dan sopan santun luar biasa mengagumkan, senuyum ramahnya membuat dir terasa sangat terhormat berada di lingkungan keraton.

Suasana sejuk dalam keraton dengan suara khas gamelan terasa adem, damai, menyenangkan, menyatu dalam bisikan hati, luar biasa 

Kehadiran di keraton di dampingi seorang pemandu mengurai dan menjelaskan keragaman, bahkan memberi penjelasan mengenai kerajaan keraton bukan hanya sekadar istana kerajaan























0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...