GELIAT SUMUR HARAPAN SEBAGAI INSPIRATIF MENULIS PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 MAJENE

                                                                         ABSTRAK

Guru merupakan sumber utama dalam peningkatana proses pembelajaran. Dalam menjalankan tugas sebagai guru di SMA Negeri 1 Majene menemukan berbagai permasalahan pada minimnya kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya yang sangat rendah.

Selain itu, peserta didik juga sangat kurang dalam hal menumbuhkan minat baca. Padahal membaca itu memperkaya batin, kemudian semakin banyak seseorang membaca semakin luas cakrawala berpikirnya”. Banyak orang mendapatkan gelar profesor bukan dari proses pendidikan yang ditempuhnya, tetapi dari kegiatan membaca yang dilakukannya. Orang-orang cerdik cendikia memperoleh kecerdikkan dan kecendikiawannya dari kegiatan membaca. Dengan membaca kita dapat mengetahui sejarah suatu bangsa, kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa waktu lampau, maupun waktu sekarang di tempat lain atau berbagai cerita yang menarik tentang masalah kehidupan di dunia ini. Karena itu sudut baca yang ada di kelas diaktifkan agar dapat menjadi sumur harapan bagi peserta didik SMA negeri 1 Majene.

Kata kunci : Sumur Harapan, Minat baca, Menulis

 

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...