Resume

 

Belajar Menulis 

Pertemuan ke 1           : Senin, 19  Oktober 2020

Waktu                         : Pukul 20.16 s.d. 22.17 WITA

Pemateri                      : Thamrin Dahlan, SKM, M.Si

Moderator                   : AAM Nurhasanah

Selayang Pandang

Thamrin Dahlan, SKM, M.Si. Beliau adalah dosen Akper Polri, Publisher, penulis, dan telah menerbitkan 30 buku. Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) penerbitan buku ber lisendi Barcode ISBN.

Kilas balik pertemuan awal perkenalan pak Thamrin Dahlan, SKM, M.Si. Sapa salam diucapkan ke seluruh guru hebat yang tergabung dalam group menulis 3. Beliau adalah dosen Akper Polri, Publisher, penulis, dan telah menerbitkan 30 buku. Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) siap membantu dalam penerbitan buku ber lisendi Barcode ISBN tanpa biaya.

Pak Thamrin adalah sahabat lama Om Jay yang bersua di kompasiana.com. Launching buku pertamanya tahun 2012 berjudul BUKAN ORANG TERKENAL, penerbit Leutikaprio.com. Beliau mengurai kendala yang kita alami ketika akan menerbitkan buku karena posisi sebagai penulis pemula. Penulis pemula belum terkenal sehingga Penerbit Besar atau penerbit major tidak berkenan menerima naskah buku.

Pak Thamrin menjelaskan kronologis dan tujuan YPTD terbentuk 29 Juli 2019 berdasarkan Akta Notaris dan SK Kemenkumham. YPTD sebagai Penerbit mendapat kewenangan dari Perpustakaan nasional untuk mengusulkan ISBN buku yang akan diterbitkan. Sekarang sudah menerbitkan buku secara indie (pribadi) buku lebih mudah dan cepat ditrerbitkan. sampai buku ke 30.

Setelah itu YPTD siap membantu teman-teman penulis yang telah memiliki naskah buku untuk diterbitkan.  Sejak launching Terbitkan buku gratis ber ISBN 19 Agustus 2020 sudah 36 buku diterbitkan YPTD. Prosedur mengirim naskah, alurnya sebagai berikut:

Program A : Penulis telah mempunyai naskah buku segera  kirim ke email thamrindahlan@gmail.com

Program B : YPTD menerbitkan Buku dari Para Penulis posting di website terbitkanbukugratis.id setelah terkumpul naskah 150 – 200 halaman.

Program C : Penulis posting di website YPTD terbitkanbukugratis.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan YPTD

Beliau menyampaikan sebenarnya tidak ada seleksi hanya diminta dalam penerbian buku. Penulis menyesuaikan standard baku  YPTD terkait naskah buku. YPTD menerima Naskah Buku Penulis via email thamrindahlan@gmail.com lengkap dengan Judul, Daftar Isi, Cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar.

Ketentuan Standard baku Buku terbitan YPTD

a.         Ukuran A5

b.         Font 12

c.         Margin 1.5/1/1/1

d.         Huruf Times News Roman

e.         Spasi 1.5

f.          Ketebalan 150 – 200 Halaman

Sangat mengagungkan Visi UPTD sangat mulia sekali.

Sesi tanya jawab.

Pak Thamrin mengajak peserta agar fokus dan selalu memotivasi diri  dalam menulis buku. Buku itu berpunggung.  ketebalan > 150 halaman postur buku gagah bisa beridiri di rak perpustakaan.  Ketika buku tipis  tak berpunggung rasanya kurang sreg.

Resep menulis satu hari minimal satu artikel adalah niat berbagi.  Inspirasi tak pernah terputus ketika kepekaan naluri menulis sudah melekat pada diri.  Menurutnya semua yang menghampiri dan terjadi di sekitar kita adalah materi tulisan. Semua tulisan muaranya adalah Buku. Terkait sistematis hanya teoroits kita bisa menulis bebas tanpa terkungkung pada aturan baku, seperti menulis novel.  YPTD siap membantu rekan rekan guru menerbitkan buku ber ISBN Buku Perdana atau buku kesekian tanpa biaya.

Tak ada batasan penerbitan bagi penulis pemula. YPTD  memiliki prinsip semua bahwa tulisan adalah bagus selama bukan plagiat dan hoaks.  Tidak berani kita menilai tulisan yang akan diterbitkan.  Kualitas itu sangat bertingkat dan beragam. Semua berproses.  Dalam kondisi sudah ada naskah maka YPTD siap membantu menerbitkan buku. Kita semua masih dalam proses belajar. Tujuan utama adalah bagaimana meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia.

Pak Thamrin meyampaikan syarat naskah bisa berbentuk Reportase, Opini, Fiksi dan Buku Ajar.  Tidak ada syarat metode penulisan karena setiap penulis memiliki gaya sendiri dan unik. Learning by doing, Belajar dan belajar. Beliau menulis mengikuti gaya Buya Hamka.  Beliau menulis dengan kalimat pendek-pendek dan acap di ulang-ulang.  Enak dibaca dengan bahasa sederhana sepeti orang bertutur

Pak Thamrin bercerita tentang YPTD terbentuk 29 Juli 2019 berdasarkan Akta Notaris dan SK Kemenkumham. Dan menawarkan kepada peserta mencetak buku gratis di YPTD peserta mendapatkan 1 buah buku ber ISBN  plus softcopy, dan selanjutnya bisa diperbanyak di penerbit manapun.

Thamrin Dahlan

Ketua Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan

Hp. 0815 9932 527

Website YPTD :  terbitkanbukugratis.id

Email thamrindahlan@gmail.com

 YPTD untuk satu judul buku mencetak 5 ekp/.  2 buku untuk Perpustakaan Nasional, 1 buku (master) beserta soft copy untuk Penulis, 1 Buku untuk YPTD dan 1 buku untuk Penyandang Dana.   Dana awal YPTD berasal dari Wakaf Keluarga. Admin  YPTD terdiri dari keluarga dan sukarelawan tanpa dibayar atas keikhlasan berbakti untuk Literasi Indonesia

Awal menulis tahun 2010 ketika pensiun.  Bertemu dengan Om Jay di kompasiana.com .  Banyak kendala dalam menulis ketika niat tidak kuat untuk berbagi. Beliau memiliki motto menulis 3 Pena yaitu Penasehat, Penakawan dan Penasaran. Menulis untuk berbagi kebaikan.  Metode yang digunakan ketika menulis ialah " sekali duduk jadi"   artinya jangan pernah meninggalkan artikel yang sedang digarap. Selesaikan kemudian posting.  Posting ke sosial media dan seketika tulisan  memiliki Roh.  Roh itu membuktikan tulisan hidup ketika dibaca apalagi dikomentari.  Bisa jadi itulah kiat menulis selama 10 tahun ini sehingga sudah posting 2.800 artikel. Kembali ke niat berbagi maka inspirasi tak pernah terputus.  Apalagi muara menulis itu adalah BUKU.  Sejatinya Buku adalah Mahkota seorang Penulis.

Bagaimana cara menerbitkan buku bagi pemula ?

Menulis itu mudah.  Omjay jagonya menulis.  Semua orang bisa menulis.  Artinya ketika bisa berbicara atau bertutur maka otomatis bisa menulis.  Menulis adalah proses sederhana memindahlkan apa apa yang kita katakan ke laptop atau pc bahkan hp.  Bahan ajar adalah materi untuk tulisan yang bisa di kemas menjadi tulisan ilmiah populer. Contoh Pak Guru Dimyat, S.Ag, M.Pd berhasil mengubah Tesis  menjadi sebuah Buku.  Buku tersebut sudah di terbitkan YPTD.  Perlu keinginan kuat untuk menerbitkan buku. Untuk naskah fiksi berupa kumpulan puisi atau cerpen.  

Hal pengurusan ISBN sangat mudah tanpa biaya by online.  Hanya diperlukan waktu kurang dari 1 hari permohonan ISBN disetuji atau ditolak . Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan terdaftar di Perpustakaan Nasional sebagai Penerbit yang memperoleh wewenang mendapatkan Lisensi Barcode ISBN.

Menerbitkan buku itu mudah, kirim nahkah ke YPTD sesuai ketentuan maka Buku Perdana Pak Abidin ber lisensi barcode ISBN segera terbit, Hanya memerlukan waktu 10 hari terhitung naskah diterima.  Semua tanpa biaya. Tidak ada istilah penulis pemula karena tidak ada pengakhir  yang ada istilah penggiat literasi.

Naskah fiksi atau cerpen tidak diseleksi.  Ada aturan baku Penerbit Buku Indonesia yang ditulis di halaman judul : Hak Cipta ada di penulis. Penerbit tidak bertanggung jawab atas Isi Tulisan. Silahkan Bu Husnul kirim naskah fiksi.  YPTD telah menerbitkan beberapa Buku Antologi Puisi.

Kesimpulan perkuliahan malam itu bahwa menulis itu mudah, apapun itu akan dapat menjadi bahan tulisan. Kuncinya fokus satu masalah, tulis dan posting agar tulisan itu bisa dibaca oleh orang lain. Kita jangan terikat kata penulis pemula tapi jadilah penggiat literasi. Dalam hal penerbitan jangan pernah ragu dan merasa tulisan tak terleseleksi karena YPTD siap membantu. amin terimah kasih.

Saking serunya materi pertanyaan demi pertanyaan muncul dari guru-guru hebat dalam group. Karena waktu membatasi pertemuan maka ada beberapa hal yang belum terjawab oleh Pak Thamrin siap menjawab esok pagi. Saya sangat beruntung dapat bergabung di group menulis 3 ini, semoga harapan saya menerbitkan buku dapat tercapai. Amin Ya Allah. 

Salam sehat

Herlina, S.P.d., M.Pd.

Semangat 



0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...