Zirah perang entah letaknya di mana
Bahkan nyalipun telah tercecer
Luluh lumpuh bersama teriakan tak tentu
Lalu adakah sumpah dapat berbalik di
arah bersamaan
Sumpahmu sumpahku tentang tangan- tangan
derit juang
Menggamit di sela-sela liukan angin
Bahkan derit jemari tak lagi gemulai
Di antara zirah-zirah berjubah elang
Sungguh terbayang ruang waktu dalam
kisah
tentang engkau dan aku adalah satu kasih
Dalam menggenggam batu denyutan api
Tuk menyatukan narasi tentang prosa
senja kemerdekaan
0 Komentar