Diseminasi Best Practice Program Kemitraan

 Program Kemitraan Tahun 2019 memiliki keunikan, yaitu 1) mengintegrasikan antara guru inti dan mitra dalam satu program kemitraan, 2) substansi yang digarap untuk guru dan kepala sekolah adalah sama, yaitu bagaimana mewujudkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pembelajaran abad 21, dan gerakan Literasi Sekolah (GLS) secara terpadu melalui peran guru (fokus di kelas) dan kepala sekolah (fokus satuan pendidikan). Keterpaduan tidak hanya dalam tataran konsep tetapi juga dalam setiap tahapan program.


Program demi program dilaksanakan secara daring, menyusun rencana tindak lanjut (RTL), menyusun perencanaan pembelajaran dalam hal ini membuat rencana pembelajaran abad 21, penerapan 4C, mengintegasikan PPK, dan program sekolah. Kemudian melaksanakan pembelajaran sesuai dengan skenario RPP yang telah dibuat.  Melaksanakan evaluasi dan refleksi. Selanjutkan program berikutnya adalah melaksanakan program sesuai RTL.
Selama pandemi covid-19 pembelajaran dilaksanakan secara daring. Awalnya peserta didik sangat antusias mengikuti proses pembelajaran daring, namun setelah berlansung sebulan sebagian peserta didik sudah mulai ada yang mengalami kendala penggunaan kuota internet, handphone rusak, dan paling banyak kendala jaringan. karena kendala tersebut akhirnya pembelajaran terlaksana dengan hanya menggunakan aplikasi Whatsapp group dan email. Alasannya penggunaan kedua media tersebut hemat kuota internet. Peserta didik mulai riuh di group pembelajaran tidak seru kalau hanya menggunakan whatsApp group dan email dan banyak peserta didik yang tidak aktif dalam pembelajaran. Motivasi peserta didik mengikuti proses pembelajaran semakin menurun, sebagian besar hanya membaca pesan di whatsApp group.

Akhirnya Dewi portuna datang sebagai penolong dalam pembelajaran daring. Yakni adanya kuota internet dari kemendikbut sangat membantu peserta didik dalam hal kuota. Karena tersedianya kuota tersebut pembelajaran selama ini hanya menggunakan chat whatsApp di group berubah pembelajaran menggunakan aplikasi youtube dan google classroom. Dalam pembelajaran tersebut membawa harapan segar dalam penerapan 4C dapat terimplementasikan. Dengan demikian praktik baik dalam pembelajaran tercipta, yaitu Payung sebagai Media Rapil 4C untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik SMA negeri 1 Majene.  






Pelaksanaan pembelajaran secara daring dilaksanakan dengan memadukan dua aplikasi yaitu youtube dan google classroom. Media yuotube digunakan sebagai wadah menonton video pembelajaran dan peserta didik menyetor tugas melalui youtube khusus kompetensi menceritakan kembali hikayat Mandar yang sudah ada seuai pilihan mereka sendiri. Penerapan 4C peserta didik dapat mengekplorasi diri dengan berkolaborasi dengan orang tua, kakak atau adek di rumah masing-masing. Tugas yang dikelola peserta didik memperlihatkan bagaimana tercipta dan terjalin communikation, critical thingking, cretif dan inofatif, serta collaboration. Demikian juga penggunaan aplikasi google classroom peserta didik antusias dengan diskusi di forum google classroom. Disiplin menyetor tugas adanya penyediaan nilai yang dapat secara langsung di lihat walau lewat kelas maya, target deadline sehingga kedisiplinan muncul dan kecepatan merespon merupakan satu pembiasaan yang bisa menjadi karakter kedisiplinan dalam pembelajaran dunia maya.






0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...