Sosialisasi Keamanan Pangan

 



Sosialisasi dilaksanakan secara daring, yang dihadiri oleh warga SMA Negeri 1 Majene yakni guru, tenaga administrasi, dan peserta didik. Kegiatan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut setelah mengikuti bintek intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah, yang diselenggarakan oleh badan pengawas obat dan makanan (BPOM) provinsi Sulawesi Barat di Dapur Mandar waktu itu.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh kader keamanan pangan yang telah mengikuti pelatihan kader. Tiga hal utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, yakni (1) Kebijakan Keamanan Pangan, (2) Peran Kader Keamanan Pangan, dan (3) Kunci Keamanan Pangan.

Keamanan pangan diselenggarakan bertujuan menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Keamanan pangan juga dimaksudkan untuk mencegah cemaran biologis, kimia, dan fisik yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Keamanan pangan ini merupakan salah satu usaha yang sangat menunjang keberhasilan dalam penangan pencegahan terjadinya risiko potensi bahaya dalam jajanan pangan.

 


Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan tiga cemaran, yaitu cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Pangan olahan yang diproduksi harus sesuai dengan cara pembuatan pangan olahan yang baik untuk menjamin mutu dan keamanannya. Selain itu pangan harus layak dikonsumsi yaitu tidak busuk, tidak menjijikkan, dan bermutu baik, serta bebas dari  Cemaran Biologi, Kimia dan Cemaran Fisik.

Cemaran BIOLOGI

Cemaran biologi adalah cemaran yang terdapat dalam pangan baik berupa bakteri, kapang, kamir, parasit, virus dan ganggang. Pertumbuhan mikroba ini bisa menyebabkan pangan menjadi busuk sehingga tidak layak untuk dimakan dan menyebabkan keracunan pada manusia bahkan kematian. Bahaya biologis atau mikrobiologis terdiri dari parasit (protozoa dan cacing), virus, dan bakteri patogen yang dapat tumbuh dan berkembang di dalam bahan pangan, sehingga dapat menyebabkan infeksi dan keracunan pada manusia. Beberapa bakteri patogen juga dapat menghasilkan toksin (racun), sehingga jika toksin tersebut terkonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan intoksikasi. Intoksikasi adalah kondisi ketika toksin sudah terbentuk di dalam makanan atau bahan pangan, sehingga mengindikasikan keadaan berbahaya. Sekalipun makanan atau bahan pangan sudah dipanaskan sebelum disantap, toksin yang sudah terbentuk masih tetap aktif dan bisa menyebabkan keracunan meski bakteri tersebut sudah tidak terdapat dalam makanan. Adanya virus dan protozoa dalam makanan atau bahan pangan masih belum banyak yang diteliti dan diidentifikasi. Namun informasi tentang virus hepatitis A dan protozoa Entamoeba hystolitica telah diketahui dapat mencemari air. Cacing diketahui terdapat pada hasil-hasil peternakan, misalnya Fasciola hepatica yang ditemukan pada daging atau hati sapi. Adanya cemaran cacing tersebut akan mengakibatkan infeksi pada manusia jika mengkonsumsi daging atau hati sapi yang tidak dimasak dengan baik.

Faktor yang membuat bakteri tumbuh: pangan berprotein tinggi, kondisi hangat (suhu 40°- 60°C), kadar air, tingkat keasaman, waktu penyimpanan.

Cara pencegahan cemaran biologi, yaitu dengan membeli bahan mentah dan pangan di tempat yang bersih, dari penjual yang sehat dan bersih. Jika memilih makanan yang telah dimasak, maka pilih yang dipajang, disimpan dan disajikan dengan baik, kemasan tidak rusak, tidak basi (tekstur lunak, bau tidak menyimpang seperti bau asam atau busuk).

Cemaran KIMIA

Cemaran kimia merupakan bahan kimia yang tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam pangan. Cemaran kimia masuk ke dalam pangan secara sengaja maupun tidak sengaja dan dapat menimbulkan bahaya. Cemaran bahan kimia dari lingkungan, contohnya: limbah industri, asap kendaraan bermotor, sisa pestisida pada buah dan sayur, deterjen, cat pada peralatan masak, minum dan makan, dan logam berat, penggunaan Bahan Tambahan Pangan/BTP yang melebihi takaran yang diperbolehkan, seperti pemanis buatan, pengawet yang melebihi batas, penggunaan bahan berbahaya yang dilarang pada pangan, seperti Boraks, Formalin, Rhodamin B, Methanil Yellow. Yang tidak disengaja contohnya antara lain;  Racun alami, contoh racun jamur, singkong beracun, racun ikan buntal, dan racun alami pada jengkol, dll

Cara pencegahan cemaran kimia adalah selalu memilih bahan pangan yang baik untuk dimasak atau dikonsumsi langsung, mencuci sayuran dan buah-buahan dengan bersih sebelum diolah atau dimakan, menggunakan air bersih (tidak tercemar) untuk menangani dan mengolah pangan, tidak menggunakan bahan tambahan (pewarna, pengawet, dan lain-lain) yang dilarang digunakan untuk pangan.

Menggunakan Bahan Tambahan Pangan yang dibutuhkan seperlunya dan tidak melebihi takaran yang diijinkan, Tidak menggunakan alat masak atau wadah yang dilapisi logam berat, tidak menggunakan peralatan/pengemas yang bukan untuk pangan, tidak menggunakan kemasan bekas, kertas koran untuk membungkus pangan,  Dan  jangan juga menggunakan wadah styrofoam atau plastik kresek (non food grade) untuk mewadahi pangan terutama pangan siap santap yang panas, berlemak, dan asam karena berpeluang terjadi perpindahan (migrasi) komponen kimia dari wadah ke pangan.

Apabila tubuh terpapar cemaran kimia dan terlalu sering mengonsumsi bahan pangan tersebut, tentu mengganggu kesehatan. Akan  berdampak negatif bagi kesehatan yaitu menyebabkan gangguan saraf, anemia, gangguan fungsi ginjal, gangguan organ reproduksi peningkatan tekanan darah dan penurunan berat badan.

Cemaran FISIK

Cemaran fisik merupakan cemaran benda-benda yang tidak boleh ada dalam pangan seperti rambut, kuku, staples, serangga mati, batu atau kerikil, pecahan gelas atau kaca, logam. Peralatan yang aus, orang yang mengolah makanan, dan lain-lain. Meskipun cemaran fisik tidak selalu membawa dampak penyakit bagi kesehatan namun menjadi carier atau pembawa bakteri pathogen yang sangat mengganggu ketika dikonsumsi. Karena cemaran fisik atau benda bila terkonsumsi dapat menyebabkan luka, seperti gigi patah, melukai kerongkongan dan perut. Benda tersebut berbahaya karena dapat melukai dan atau menutup jalan nafas dan pencernaan.

Pencegahan cemaran fisik yang dapat dilakukan adalah memperhatikan dengan seksama kondisi pangan yang akan dikonsumsi. Lima Kunci Keamanan Pangan: (1) Jagalah kebersihan, (2) Pisahkan pangan mentah dari pangan matang, (3) Masaklah dengan benar,  (4) Jagalah pangan pada suhu aman,  (5) Gunakan air dan bahan baku yang aman.





1. Jagalah Kebersihan. Dalam hal ini yang diutamakan adalah kebersihan lingkungan, kebersihan alat-alat, dan kebersihan dari orangnya sendiri atau yang menjamah.  Menjaga kebersihan wajib mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan, untuk pencegahan terkontaminasi bakteri pada bahan pangan yang akan diolah atau dikonsumsi.

2. Pisahkan pangan mentah dari pangan matang
Sebuah keharusan memisahkan pangan mentah dari pangan yang matang. Secara umum mudah, namun tidak mudah dalam pelaksanaannya. Hal ini harus dilakukan agar tidak terjadinya kontaminasi antar makanan. Caranya adalah dengan gunakan talenan atau alas memotong yang berbeda untuk makanan mentah dan makanan siap saji. Kemudian bersihkan, dan ganti alas pemotong jika sudah usang. Jangan menggunakan alat berganda pada satu jenis bahan pangan, seperti pisau pemotong kue dengan alat pemotong pangan mentah ikan, dan lain sebagainya.

3. Masaklah dengan benar
Masak dengan benar. Semua bentuk dan jenis makan harus diolah dan dimasak dengan benar dan matang. Misalnya seperti memasak ayam haruslah sampai matang. Jika tidak matang akan ada bakteri yang berbahaya.

4. Jagalah pangan pada suhu aman
Jaga makanan panas agar tetap panas dan makanan dingin agar tetap dingin. Masak dan simpan makanan dalam kumpulan kecil sehingga akan terjual lebih cepat atau dikonsumsi dalam waktu di bawah dua jam. Serta hindarkan mencampur makanan yang dipersiapkan secara segar dengan makanan yang disimpan.

5. Gunakan air dan bahan baku yang aman
Memilih kualitas bahan pangan yang baik. Kenali dengan baik spesifikasi produk. Periksa tanggal kedaluwarsa pada produk kering dan makanan yang sudah diproses. Karena barang yang tidak bagus tidak mungkin bisa dibuat menjadi bagus.

                     

Video di klubpompi

Bersyukur Selalu
Salam Sehat tanpa Obat.

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...