Model
ini diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll &
Teh, 2001). Model yang dikenal dengan Model “What?” ini pada dasarnya terdiri
dari 3 bagian, namun dapat dikembangkan dengan berbagai variasi bergantung pada
pertanyaan detail yang dipilih.
1) WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang
terjadi)
- Apa yang terjadi?
-
Apa yang saya lihat/dengar/alami?
-
Apa reaksi saya pada saat itu?
-
Apa yang orang lain lakukan pada saat peristiwa itu terjadi?
2) SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang
terjadi)
- Bagaimana perasaan saya pada saat peristiwa
itu terjadi?
-
Apakah yang saya rasakan sama/berbeda dengan orang yang mengalami kejadian yang
sama?
-
Apakah saya masih merasakan perasaan/dampak yang sama jika dibandingkan dengan
perasaan/dampak langsung setelah peristiwa?
- Kecenderungan apa yang saya amati dari diri
saya ketika menghadapi peristiwa serupa?
- Mengapa saya bisa memiliki kecenderungan
tersebut?
-
Setelah mengalami peristiwa tersebut, apa hal yang berubah dari pendapat,
pemikiran, atau apapun yang Anda yakini
sebelumnya?
Pendidikan
Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Maret 2021
3)
NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)
- Apakah kejadiannya akan berbeda jika pada
saat itu saya mengambil langkah yang berbeda?
-
Di mana saya bisa mendapatkan informasi tambahan agar bisa siap ketika
menghadapi peristiwa serupa di masa depan?
-
Dukungan apa yang saya butuhkan agar bisa menindaklanjuti refleksi saya?
- Bagian mana yang sebaiknya saya kerjakan
lebih dulu?
-
Setelah Anda melakukan pembelajaran ini, apa hal baru yang ingin Anda bagikan
kepada rekan atau lingkungan Anda?

0 Komentar