Jurnal Refleksi "Konsep Pembelajaran Berdiferensiasi"

  

Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)


 

Keyakinan sebagai guru bahwa setiap anak lahir dari keunikannya masing-masing sehingga kita punya kewajiban untuk memastikan anak dapat kesempatan yang sama untuk belajar berdasarkan kebutuhan belajar mereka.

Facts (Peristiwa),..Minggu ini jadwal menuliskan Jurnal Refleksi ke 9 pada program pendidika calon guru penggerak. Tiada terasa sudah memasuki pembelajaran modul 2 tentang Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid. Khusus pada bagian memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Namun sebelumnya mengikuti post test sebagai tes akhir uji kemampuan setelah mempelajari modul 1 tentang paradigm dan visi guru penggerak. Dari hasil ujian pree tes modul 1 sedikit sekali peningkatan. Hal tersebut membuat saya harus belajar lebih baik lagi. Kemudian mengikuti pree test sebagai tes awal sebagai proses uji kemampuan hubungannya dengan materi yang akan dipembelajari selanjutnya.

Dalam pembelajaran mandiri, beririsan dengan  aksi nyata budaya positif di sekolah, meeting secara online bersama para wali kelas kaitannya dengan pembentukan keyakinan kelas, program budaya positif dalam hal ini peduli dan berbagi melalui gerakan jumat beramal. Kegiatan Komunitas praktisi pun berjalan sesuai harapan. Beriringan pembelajaran modul 2 ini, pertama mulai dari diri, saya melakukan refleksi tentang pembelajaran selama ini yang terlaksana. Masih banyak kekurangan selama ini setelah mempelajari modul pembelajaran berdiferensiasi yang menuntut kita selaku guru harus memenuhi kebutuhan murid selama pembelajaran.

Peristiwa berikutnya, mengeksplorasi konsep secara mandiri mengenai pembelajaran berdeferensiasi, memahami teori yang mendasari, memahami pemetan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan murid, minat, dan profil belajar murid, dan mengakomodasi kebutuhan belajar murid melalui 3 strategi yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk, lalu direpresentasi dalam bentuk diagram frayer. Terakhir melakukan kerja kelompok dan berdiskusi di ruang kolaborasi bersama CGP lainnya menganalisis rancangan pembelajaran berdiferensiasi yang beragam dan memberi solusi dan Fasilitator memberi penguatan dalam penyusunan rencana pembelajaran berdiferensiasi.

Hal baik dalam proses kegiatan aksi nyata sebagian besar warga sekolah mendukung semua rencana dan kegiatan, sehingga bisa terselenggara. Kaitannya dengan pembelajaran memberikan pemahaman tentang  strategi dan proses pembelajaran berdiferensiasi baik konten, proses, dan produk, serta mengoptimalkan pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan murid seperti kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid.

Hambatan belum mampu mengoptimalkan manajemen waktu, sehingga saya harus menentukan skal prioritas. Masih ada wali kelas yang belum berpartisipasi dalam membangun keyakinan kelas, serta belum konsisten dalam penerapannya. Kondisi tersebut secara bertahap melakukan pendekatan dan terus mensosialisasikan manfaat dari keyakinan kelas. Kemudian masih ada kekurangan dalam penyusunan rencana pembelajaran berdeferensiasi, namun terselesaikan dalam forum diskusi di ruang kolaborasi.

Feelings (Perasaan): Sangat bersyukur dan beruntung dapat terlibat langsung dalam perjalanan belajar di Penddikan Guru Penggerak ini. Tiada terasa telah tiba pada pembelajaran yang memberikan pemahaman luar biasa mengenai pembelajaran berdiferensiasi, yang menuntut guru untuk mengoptimalkan pembelajaran dalam kelas harus memahami dan memetakan kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berpihak pada murid kesannya menyenangkan baik dari murid maupun guru, dalam aksi memahami kebutuhan belajar murid membuat saya lebih leluasa berkreativitas dalam pembelajaran dan murid pun merasa leluasa memilih secara mandiri atau kelompok dalam mengeksplorasi diri mereka baik dalam pembelajaran maupun dalam penugasan. Merasa bersyukur dan beruntung, bahagia karena murid memiliki kesempatan bersama  belajar sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Mereka merasa berterima dengan lingkungannya, dan selaku guru bahagia melihat antusias belajar murid.

Findings (Pembelajaran): Pelajaran yang saya peroleh dalam rangkaian proses pembelajaran dalam minggu ini adalahmemahami cara menciptakan lingkungan belajar yang memanusiakan murid dan memberi dukungan dan kesempatan kepada murid agar mereka tumbuh berkembang secara optimal. Dan menambah pengetahuan tentang pemetaan kebutuhan belajar murid meliputi kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid, proses dan cara mengelola pembelajaran berdiferensiasi melalui diferensiasi konten, proses, dan produk. Melalui pembelajaran ini menambah skill saya terutama dalam mengaktifkan seluruh murid dalam pembelajaran, kreatif dan berinovasi, dalam merancang pembelajaran berdeferensiasi.

Future (Penerapan): Berusaha melakuka hal yang lebih baik di antaranya melakukan pembelajaran yang bermakna, berkolaborasi dalam pemecahan masalah pembelajaran bila ada, mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi melalui pemetaan kebutuhan belajar murid yang berbeda keunikan, menjadi teladan dalam melaksanakan  pembelajaran berdeferensiasi dengan menerapkan strategi deferensiasi konten, proses, dan produk di sekolah atau di kelas. Aksi yang akan dilaksanakan adalah mengimplementasikan rancangan pembelajaran yang dibuat dan mengaplikasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas.

 

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...