Visi
merupakan penunjuk arah tujuan yang akan dicapai secara konsisten dan
berkomitmen terhadap pertumbuhan murid diwujudkan dengan mengelola perubahan
yang positif. Perubahan tersebut awali dari langkah kecil yang konsisten yang
akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Menjadikan sekolah sebagai rumah
yang aman, nyaman,dan bermakna.
Pendekatan manajemen
perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Reformasi budaya sekolah melakukan
hal-hal positif dan konstruktif yang gradual atau bertahap. Sebagai media untuk
mewujudkan visi yang diimpikan dapat menggunakan pendekatan Inquiri Apresiatif
(IA). Pendekatan ini diawali dengan mengidentifikasi hal baik yang telah ada di
sekolah, mempertahankannya kemudian memunculkan strategi untuk mewujudkan
perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Nantinya, kekurangan, dan ketiadaan
menjadi tidak relevan. Setelah itu, sekolah dapat menyelaraskan kekuatan
tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap warga sekolah.
Paradigma
pendidikan menyiapkan pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Merujuk pemikiran Ki
Hajar Dewantara untuk mendidik anak sesuai kodrat alam dan jaman nya, memandang
keberagaman potensi yang dimiliki anak.
Mengimplementasikan
manajemen perubahan, dimana salah satu manajemen ini dilakukan dengan tahapan
B-A-G-J-A yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif, yaitu pendekatan
kolaboratif dalam melakukan perubahan berbasis kekuatan. Inkuiri apresiatif
menggunakan prinsip psikologi positif dan prinsip pendidikan positif. Lima
tahapan utama yang dijalankan dalam akronim B-A-G-J-A tersebut adalah:
Buat
pertanyaan utama sebagai penentu arah penelurusan terkait perubahan yang kita
inginkan
Bagaimana
meningkatkan pencapaian murid disemua pencapaian perkembangan dengan
keberagaman yang ada di sekolah, membiasakan menerima keberagaman murid di
lingkungan sekolah dan meningkatkan keterlibatan murid dengan cara dan ragam
yang berbeda?
Ambil
pelajaran ini, dilakukan setelah pertanyaan utama disepakati
Mengakomodasi
semua murid sesuai dengan kebutuhannya, mengambil pelajaran dari pengalaman
dari berbagai pihak
Gali
mimpi bersama
Membuka
kesempatan bagi semua pihak untuk berkolaborasi lebih aktif baik dari lembaga
sekolah, orang tua dan masyarakat serta lingkungan sekolah menjadi lebih
demokratis. Menyusun narasi tentang
harapan yang diinginkan. Menstimulasi perkembangan dan menanamkan nilai
karakter pada anak.
Jabarkan
rencana untuk mencapai gambaran yang diinginkan.
Merumuskan
tindakan yang akan dilakukan untuk menciptakan hal keragaman yang ada.
Atur
Eksekusi
Setelah
menyusun rencana perubahan, dengan memahami kekuatan yang ada di sekolah,
sebagai dasar untuk melakukan perubahan positif. Langkah selanjutnya melakukan
aksi nyata.
2. Inkuiri Apresiatif adalah
sebuah proses perubahan yang positif, yang bersifat sangat afirmatif atau sungguh-sungguh. melalui beberapa tahapan yaitu Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran,
Gali Mimpi, Jabarkan Rencana dan Atur Eksekusi. Semua kegiatan, praktik, dan
proses Inkuiri Apresiatif berpusat pada sisi terbaik organisasi, baik di masa
lalu, masa kini, maupun masa depan. Inkuiri Apresiatif sama sekali tidak
mengingkari bahwa masalah dan persoalan itu tidak ada. Memfokuskan diri pada hal-hal positif dan kelebihan yang dimiliki
jauh lebih efektif ketimbang berbicara soal masalah dan persoalan.
Inkuiri Apresiatif bertujuan melahirkan
sikap terbuka, saling menghargai, tidak saling tuding, lempar tanggung jawab
dan mencari kambing hitam. Ini membuat orang percaya diri untuk melakukan
tindakan positif. Apapun tindakannya akan dilihat kelebihan dan keberaniannya.
Hal ini akan melahirkan visi baru dan merefleksikan tujuan yang ingin diraih.
sebagai calon guru penggerak, harus
memandu perubahan di sekolah. Pendekatan positif akan membuahkan hasil yang
luar biasa, ini semua perlu dibiasakan. Ini adalah kebiasaan baru. langkah-langkah
dalam membuat perubahan di sekolah. Hal yang dapat dilakukan adalah membuat
perencanaan. Sebagai media berkolaborasi dengan kepala sekolah dan teman
sejawat untuk meminta pertimbangan dan persetujuan kepala sekolah.
0 Komentar