Pada refleksi ini saya menguarai kegiatan pada modul 1.2. Mempelajari modul 1.2 bermula mulai dari diri, tentang trafesium usia yang mengisahkan masa sekolah dengan munculnya perilaku positif maupun perilaku negatif. Selisih usia masa sekolah dengan masa aktif bekerja sampai menuju pension dapat tergambar pengaruh dan perubahan pada diri seseorang. Refleksi pembelajaran pada modul tersebut menggunakan model refleksi 4C yakni (1) connection tentang keterkaitan materi dengan peran guru penggerak. (2) challenge, Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini? (3) concept yakni konsep-konsep utama yang dipelajari untuk menunjang tugas sebagai calon atau guru penggerak, dan (4) change merupakan perubahan yang terjadi setelah mempelajarinya.
Connection, keterkaitan
materi dengan peran sebagai guru penggerak meliputi: profil pelajar Pancasila, peran guru penggerak,
serta nilai-nilai guru penggerak. Profil pelajar pancasila adalah perwujudan
pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi
global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Bertujuan untuk menguatkan
nilai-nilai luhur pancasila pada diri setiap pelajar. Sebagai Ideologi negara
Indonesia, maka semua berlandaskan dengan pancasila sebagai pencerminan jati
diri. Juga sebagai penguatan karakter bangsa, dalam menyiapkan
generasi masa depan yang unggul dan mampu menjawab tantangan masa kini dan masa
yang akan datang.
Hubungan antara Profil Pelajar Pancasila
dengan peran serta nilai guru penggerak adalah pemimpin yang pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang
murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya
mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid. Sebagai pengembang
program kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang
terdiri dari 6 komponen berakhlak mulia, bernalar kritis, kreativitas,
kebhinnekaan global, kemandirian, dan gotong royong.
Guru penggerak dengan perannya yang meliputi
sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, menjadi coach
bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan
murid salah satu tugasnya adalah mewujudkan profil pelajar Pancasila. Sebagai
pemimpin pembelajaran, guru penggerak mempunyai kapasitas untuk
mengintegrasikan karakter pelajar pancasila dalam kegiatan
pembelajaran, mengorganisasikan guru untuk aktif mengaungkan konsep pelajar
Pancasila.
Keterkaitan dengan
pemimpin pembelajaran, guru menuntun murid mandiri dalam dan memotivasi murid
untuk belajar. menjadi coach bagi teman sejawat, Contohnya adalah berpartsipasi
aktif dalam menciptakan kondisi yang nyaman dan aman untuk belajar, memberi
ruang pada murid memilih sendiri objek yang dipelajari sehingga dengan mudah
menghasilkan karya dari projek yang dibuat.
Collenge, Nilai Mandiri adalah
mendorong diri sendiri, motivasi diri, bertanggung jawab, dan perubahan. Contoh
perilaku yang bisa dilakukan seorang Guru Penggerak terkait nilai mandiri
adalah aktif memotivasi diri untuk senantiasa mengembangkan kompetensi yang
dimiliki demi perubahan diri dan lingkungannya. Melalui kegiatan berpikir reflektif diharapkan
murid dapat menyelesaikan masalahnya
sendiri dengan bertanggungjawab dan mandiri.
Dalam menyelesaikan masalah seseorang, tidak ada
prosedural yang rutin. Oleh karena itu murid bebas menentukan teori, ilmu atau
caranya menurut pikirannya sendiri. Guru berperan sebagai jembatan dalam
menciptakan kondisi agar murid berpikir reflektif dalam kegiatan belajar
mengajar di kelas. Ada 3 tahap untuk melatih murid berpikir reflektif yaitu
tahap pertama mempersiapkan murid untuk dapat menghadirkan kembali pengetahuan
dan pengalamannya. Selanjutnya tahap kedua adalah mengajak murid untuk berpikir
ulang dan menjelaskan perasaannya. Setiap individu dalam menjalankan kehidupan
di masyarakat akan menemui permasalahan yang tentu harus dipecahkan guna
mempertahankan hidupnya. Dalam memecahkan permasalahan setiap murid berbeda
tergantung dari cara berpikirnya.
Nilai reflektif adalah membuka diri terhadap perubahan,
berani jujur terhadap kekurangan, dan intropeksi terhadap tindakan yang telah
dilakukan sebagai evaluasi tindakan ke depan. Perilaku yang bisa dilakukan oleh
seorang Guru Penggerak terkait nilai reflektif adalah memahami pengetahuan baru
yang telah dipelajari, membandingkan dengan pengetahuan sebelumnya,
mengaplikasikan hal yang lebih baik dalam pembelajaran demi kemajuan murid,
baik dalam menuntun pemahaman pembelajaran, membangun semangat murid ketika
terkendala, dan memberi dorongan kepada murid, serta berbagi pemahaman dengan
teman sejawat.
Nilai kolaboratif
adalah bekerja sama, komunikasi, umpan balik, dan tujuan. Perilaku guru
kolaboratif adalah membangun kerjasama antar teman sejawat, wali kelas, guru
BK, kepala sekolah, dan orang tua untuk mendiskusikan permasalahan dan
menganalisis perkembangan serta kebutuhan belajar murid untuk mencapai tujuan
pembelajaran. membangun rasa kepercayaan dan rasa hormat serta saling memahami
dalam menyatukan perbedaan demi ketercapaian pembelajaran.
Nilai
inovatif adalah gagasan baru, tepat guna, solusi kreatif, tanggap terhadap
tantangan dan peluang. Guru inovatif meupakan guru yang memiliki
gagasan-gagasan baru yang didasari pengetahuan, keterampilan, prilaku yang
diaktualisasikan dalam pembelajaran. Perilaku yang
dilakukan oleh gurnu inovatif adalah sharing ilmu dan pengalaman dengan guru
sejawat, memanfaatkan teknologi dalam menunjang pembelajaran sesuai dengan
karakteristik murid, sehingga tercipta pembelajaran yang bersemangat, menarik
dan semakin menyenangkan.
Concept, karakter
yang perlu di aplikasikan oleh murid di harapkan menjadi karakter utuh yaitu: (a)
beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, (b) kebinekaan
global, (c) gotong royong, (d) kreatif, (e) berpikir kritis, dan (f) mandiri. Beriman,
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Diharapkan, Pelajar Pancasila diharapkan memiliki spiritualitas yang
tinggi, sehingga dapat menerapkan segala nilai-nilai baik sesuai dengan ajaran
agama dalam kehidupannya sehari-hari. Serta memiliki akhlak pribadi, akhlak
pada manusia, akhlak pada alam, serta akhlak bernegara.
Berkebinekaan
global bahwa pelajar pancasila memiliki nilai pancasila dan Bhineka Tunggal Ika
wajib menjadi nilai yang dipegang teguh, bukan hanya dengan sesama melainkan
ketika berhadapan dengan kultur negara lain. Pelajar pancasila dituntut untuk
mempertahankan budaya luhur namun tetap berpikiran terbuka ketika berinteraksi
dengang budaya lain.
Gotong
royong merupakan salah satu nilai yang harus dijunjung tinggi, melakukan
kegiatan bersama-sama dengan suka rela, agar lancer, mudah dan ringan. Gotong
royong menumbuhkan kolaborasi, kepedulian serta ingin berbagi dengan orang lain
di lingkungan sekitar. menjadi salah satu metode melatih jiwa gotong royong dan
kreativitas murid. Bukan hanya dengan membaca materi lalu diuji, melainkan juga
untuk menciptakan karya.
Nilai
kemandirian pun merupakan kunci penting dalam menjalani kehidupan,
menyelesaikan sesuatu dengan penuh tanggung jawab secara mandiri. Dalam hal ini
dibutuhkan kesadaran diri terhadap sesuatu yang dihadapi serta mampu
menciptakan regulasi diri untuk membentuk pribadi yang tangguh.
Bernalar
kritis dalam menghadapi kompetisi global, kemampuan bernalar kritis sangat
diperlukan secara objektif dalam memproses informasi baik secara kualitatif dan
kuantitatif membangun keterkaitan antara berbagai informasi menganalisa
informasi mengevaluasi dan menyimpulkannya sehingga diharapkan pelajar akan
mampu mengambil keputusan yang tepat. Ketika pelajar pancasila yang diharapkan
adalah kemampuan untuk selalu kritis dalam menghadapi keterbukaan informasi
yang cepat yang keabsahannya dipertanyakan. Apabila tidak berpikir kritis,
informasi yang tidak benar bisa menjadi boomerang untuk pelajar Pancasila.
Selanjutnya
pelajar harus kreatif, untuk menciptakan berbagai penemuan inovatif di masa depan
diperlukan kreativitas yang tinggi. Tidak hanya sekadar menemukan
gagasan-gagasan baru, sebuah inovasi diharapkan juga bermakna, bermanfaat, dan
membawa dampak bagi masyarakat. Pelajar Pancasila akan dapat mengasah
kreativitas dengan menerapkan pemikiran kritis yang kemudian diolah menjadi
inovasi baru. Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu
yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak, dengan menghasilkan karya
dan tindakan yang orisinal.
Dengan
demikian pembelajar sepanjang hayat bukan hanya berlaku untuk murid, melainkan
guru juga melaksanakan profil pancasila. Semua berusaha menerapkan nilai-nilai
dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bagian dari kehidupan di sekitar
kita.
Cange, pengalaman yang paling saya ingat adalah terkait
peran guru dalam mewujudkan kepemimpinan murid. Saya senang bisa memotivasi murid
untuk mengeksplorasi potensi diri selain belajar, mengolah public speaking,
berinovasi sehingga dapat berlenggang ke nasional sebagai finalis dan juara. Dan
juga senang berkolaborasi dengan teman sejawar dalam hal penelitian tindakan
kelas.
Perubahan terkait dengan nilai mandiri adalah aktif mengikuti berbagai pelatihan
daring, menerapkan ilmu yang saya peroleh dari pelatihan tersebut dan mengajak teman
sejawat di sekolah maupun komunitas MGMP dan Komunitas Menulis untuk mengikuti
kegiatan tersebut. Kegiatan Bintek saya ikuti adalah guru belajar seri pandemi,
seri AKM, Perundungan dan Bintek Menulis. Salah satu pelatihan yang paling
berkesan adalah Training of Trainer Fasilitator Roots, karena saya dapat
mengaplikasikan langsung dan sangat mendukung proses pembentukan karakter
murid.
Perubahan
terkait nilai reflektif adalah menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang saya
peroleh dari modul sebelumnya dalam pembelajaran. Pembelajaran yang saya
lakukan sebelum kegiatan diklat guru penggerak ini saya mengganggap murid itu
adalah objek, sehingga mereka tidak bebas berkreatif. Namun saat ini telah
memberi ruang kebebasan dalam berkreasi dalam pembelajaran.
Terkait dengan nilai kolaboratif adalah
mengarahkan dan menuntun murid dalam pembelajaran, memberi dorongan terhadap
murid yang memiliki dilema hidup, broken, saat itu anak terancam tidak naik
kelas, sehingga berbagai cara menemukan solusi dengan wali kelas, dan guru
konseling. Dan juga menyambung komunikasi dan silaturahim dengan orang tua,
yang akhirnya permasalahan anak tersebut terselesaikan dengan baik.
Selanjutnya nilai
inovatif adalah penerapan pembelajaran yang berbasis kreativitas. Dari berbagai
keunikan pada murid, saya memberi kesempatan dan kebebasan kepada murid untuk
menentukan objek yang akan dipelajari lalu menuangkan sesuai dengan kreativitas
masing-masing, sehingga murid dapat menyelesaikan projeknya. Nilai berpihak pada murid adalah kepentingan murid,
kebutuhan murid, kepuasan murid. Berpihak pada murid adalah memberi keluasan
untuk berkreasi, berinovasi, sesuai kemampuanya masing-masing. Perilaku yang terkait
nilai berpihak pada murid adalah memberi kesempatan kepada murid untuk
mengemukakan pendapat. Kemudian memberi kebebasan membangun pengetahuannya,
bebas berkreasi untuk memahami pelajaran sesuai kodradnya.
Perubahan dengan nilai Berpihak pada murid ini
yaitu pada saat PJJ saya memadukan pemanfaatan aplikasi untuk menunjang
keefektifan pembelajaran murid dengan memilih sesuai kemampuannya,ada yang
senang WA Group, google classroom, gmail, youtube, google meet, ada juga hanya
menulis kretif di buku lalu menyetornya di sekolah, khususnya dalam
penyelesaian tugas, mereka berkreasi
sesuai imajinasi dan ide mereka masing-masing.
Dengan perubahan-perubahan yang terjadi maka saya akan menjadi sang guru
bagi sang murid. Sehingga pencapaian profil pelajar Pancasila sepanjang hayat,
menjadi insan yang bermakna bagi bangsa dan negara.
Jurnal Refleksi Minggu Ketiga
Pada refleksi ini
saya menguarai kegiatan pada modul 1.2. Mempelajari modul 1.2 tanggal 30 Agustus 2021 bermula mulai dari
diri, tentang trafesium usia yang mengisahkan masa sekolah dengan munculnya
perilaku positif maupun perilaku negatif. Selisih usia masa sekolah dengan masa
aktif bekerja sampai menuju pension dapat tergambar pengaruh dan perubahan pada
diri seseorang. Refleksi pembelajaran pada modul tersebut
menggunakan model refleksi 4C yakni (1) connection tentang
keterkaitan materi dengan peran guru penggerak. (2) challenge,
Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang
Anda jalankan selama ini? (3) concept yakni konsep-konsep
utama yang dipelajari untuk menunjang tugas sebagai calon atau guru
penggerak, dan (4) change merupakan perubahan yang terjadi
setelah mempelajarinya.
Connection, keterkaitan materi dengan peran sebagai guru penggerak meliputi: profil
pelajar Pancasila, peran guru penggerak, serta nilai-nilai guru
penggerak. Profil pelajar pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai
pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai
dengan nilai-nilai pancasila. Bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur
pancasila pada diri setiap pelajar. Sebagai Ideologi negara Indonesia, maka
semua berlandaskan dengan pancasila sebagai pencerminan jati diri. Juga
sebagai penguatan karakter bangsa, dalam menyiapkan generasi masa depan yang
unggul dan mampu menjawab tantangan masa kini dan masa yang akan datang.
Hubungan antara
Profil Pelajar Pancasila dengan peran serta nilai guru penggerak adalah pemimpin yang pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang
murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya
mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid. Sebagai pengembang
program kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang
terdiri dari 6 komponen berakhlak mulia, bernalar kritis, kreativitas,
kebhinnekaan global, kemandirian, dan gotong royong.
Guru penggerak
dengan perannya yang meliputi sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas
praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan
mewujudkan kepemimpinan murid salah satu tugasnya adalah mewujudkan profil
pelajar Pancasila. Sebagai pemimpin pembelajaran, guru penggerak mempunyai
kapasitas untuk mengintegrasikan karakter pelajar pancasila dalam kegiatan
pembelajaran, mengorganisasikan guru untuk aktif mengaungkan konsep pelajar
Pancasila.
Keterkaitan dengan pemimpin pembelajaran, guru
menuntun murid mandiri dalam dan memotivasi murid untuk belajar. menjadi coach
bagi teman sejawat, Contohnya adalah berpartsipasi aktif dalam menciptakan
kondisi yang nyaman dan aman untuk belajar, memberi ruang pada murid memilih
sendiri objek yang dipelajari sehingga dengan mudah menghasilkan karya dari
projek yang dibuat.
Collenge, Nilai Mandiri adalah mendorong diri sendiri, motivasi diri, bertanggung
jawab, dan perubahan. Contoh perilaku yang bisa dilakukan seorang Guru Penggerak
terkait nilai mandiri adalah aktif memotivasi diri untuk senantiasa
mengembangkan kompetensi yang dimiliki demi perubahan diri dan
lingkungannya. Melalui kegiatan berpikir reflektif diharapkan murid
dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dengan bertanggungjawab dan
mandiri.
Dalam menyelesaikan
masalah seseorang, tidak ada prosedural yang rutin. Oleh karena itu murid bebas
menentukan teori, ilmu atau caranya menurut pikirannya sendiri. Guru berperan
sebagai jembatan dalam menciptakan kondisi agar murid berpikir reflektif dalam
kegiatan belajar mengajar di kelas. Ada 3 tahap untuk melatih murid berpikir
reflektif yaitu tahap pertama mempersiapkan murid untuk dapat menghadirkan
kembali pengetahuan dan pengalamannya. Selanjutnya tahap kedua adalah mengajak
murid untuk berpikir ulang dan menjelaskan perasaannya. Setiap individu dalam
menjalankan kehidupan di masyarakat akan menemui permasalahan yang tentu harus
dipecahkan guna mempertahankan hidupnya. Dalam memecahkan permasalahan setiap
murid berbeda tergantung dari cara berpikirnya.
Nilai reflektif
adalah membuka diri terhadap perubahan, berani jujur terhadap kekurangan, dan
intropeksi terhadap tindakan yang telah dilakukan sebagai evaluasi tindakan ke
depan. Perilaku yang bisa dilakukan oleh seorang Guru Penggerak terkait nilai
reflektif adalah memahami pengetahuan baru yang telah dipelajari, membandingkan
dengan pengetahuan sebelumnya, mengaplikasikan hal yang lebih baik dalam
pembelajaran demi kemajuan murid, baik dalam menuntun pemahaman pembelajaran,
membangun semangat murid ketika terkendala, dan memberi dorongan kepada murid,
serta berbagi pemahaman dengan teman sejawat.
Nilai kolaboratif adalah bekerja sama,
komunikasi, umpan balik, dan tujuan. Perilaku guru kolaboratif adalah membangun
kerjasama antar teman sejawat, wali kelas, guru BK, kepala sekolah, dan orang
tua untuk mendiskusikan permasalahan dan menganalisis perkembangan serta
kebutuhan belajar murid untuk mencapai tujuan pembelajaran. membangun rasa
kepercayaan dan rasa hormat serta saling memahami dalam menyatukan perbedaan
demi ketercapaian pembelajaran.
Nilai inovatif adalah gagasan baru, tepat
guna, solusi kreatif, tanggap terhadap tantangan dan peluang. Guru inovatif
meupakan guru yang memiliki gagasan-gagasan baru yang didasari pengetahuan,
keterampilan, prilaku yang diaktualisasikan dalam pembelajaran. Perilaku yang dilakukan oleh gurnu inovatif
adalah sharing ilmu dan pengalaman dengan guru sejawat, memanfaatkan teknologi
dalam menunjang pembelajaran sesuai dengan karakteristik murid, sehingga
tercipta pembelajaran yang bersemangat, menarik dan semakin menyenangkan.
Concept, karakter yang perlu di aplikasikan oleh murid di harapkan menjadi karakter
utuh yaitu: (a) beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, (b) kebinekaan global, (c) gotong royong, (d) kreatif, (e) berpikir
kritis, dan (f) mandiri. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Diharapkan, Pelajar Pancasila diharapkan memiliki spiritualitas yang tinggi,
sehingga dapat menerapkan segala nilai-nilai baik sesuai dengan ajaran agama
dalam kehidupannya sehari-hari. Serta memiliki akhlak pribadi, akhlak pada
manusia, akhlak pada alam, serta akhlak bernegara.
Berkebinekaan
global bahwa pelajar pancasila memiliki nilai pancasila dan Bhineka Tunggal Ika
wajib menjadi nilai yang dipegang teguh, bukan hanya dengan sesama melainkan
ketika berhadapan dengan kultur negara lain. Pelajar pancasila dituntut untuk
mempertahankan budaya luhur namun tetap berpikiran terbuka ketika berinteraksi
dengang budaya lain.
Gotong royong
merupakan salah satu nilai yang harus dijunjung tinggi, melakukan kegiatan
bersama-sama dengan suka rela, agar lancer, mudah dan ringan. Gotong royong
menumbuhkan kolaborasi, kepedulian serta ingin berbagi dengan orang lain di
lingkungan sekitar. menjadi salah satu metode melatih jiwa gotong royong dan
kreativitas murid. Bukan hanya dengan membaca materi lalu diuji, melainkan
juga untuk menciptakan karya.
Nilai kemandirian
pun merupakan kunci penting dalam menjalani kehidupan, menyelesaikan sesuatu
dengan penuh tanggung jawab secara mandiri. Dalam hal ini dibutuhkan kesadaran
diri terhadap sesuatu yang dihadapi serta mampu menciptakan regulasi diri untuk
membentuk pribadi yang tangguh.
Bernalar kritis
dalam menghadapi kompetisi global, kemampuan bernalar kritis sangat diperlukan
secara objektif dalam memproses informasi baik secara kualitatif dan
kuantitatif membangun keterkaitan antara berbagai informasi menganalisa
informasi mengevaluasi dan menyimpulkannya sehingga diharapkan pelajar akan
mampu mengambil keputusan yang tepat. Ketika pelajar pancasila yang diharapkan
adalah kemampuan untuk selalu kritis dalam menghadapi keterbukaan informasi
yang cepat yang keabsahannya dipertanyakan. Apabila tidak berpikir kritis,
informasi yang tidak benar bisa menjadi boomerang untuk pelajar Pancasila.
Selanjutnya pelajar
harus kreatif, untuk menciptakan berbagai penemuan inovatif di masa depan
diperlukan kreativitas yang tinggi. Tidak hanya sekadar menemukan
gagasan-gagasan baru, sebuah inovasi diharapkan juga bermakna, bermanfaat, dan
membawa dampak bagi masyarakat. Pelajar Pancasila akan dapat mengasah kreativitas
dengan menerapkan pemikiran kritis yang kemudian diolah menjadi inovasi baru.
Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal,
bermakna, bermanfaat, dan berdampak, dengan menghasilkan karya dan tindakan
yang orisinal.
Dengan demikian
pembelajar sepanjang hayat bukan hanya berlaku untuk murid, melainkan guru juga
melaksanakan profil pancasila. Semua berusaha menerapkan nilai-nilai dalam
kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bagian dari kehidupan di sekitar kita.
Cange, pengalaman yang paling saya ingat adalah terkait peran guru dalam
mewujudkan kepemimpinan murid. Saya senang bisa memotivasi murid untuk
mengeksplorasi potensi diri selain belajar, mengolah public speaking,
berinovasi sehingga dapat berlenggang ke nasional sebagai finalis dan juara.
Dan juga senang berkolaborasi dengan teman sejawar dalam hal penelitian
tindakan kelas.
Perubahan terkait dengan nilai mandiri adalah aktif
mengikuti berbagai pelatihan daring, menerapkan ilmu yang saya peroleh dari
pelatihan tersebut dan mengajak teman sejawat di sekolah maupun komunitas MGMP
dan Komunitas Menulis untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan Bintek saya
ikuti adalah guru belajar seri pandemi, seri AKM, Perundungan dan Bintek
Menulis. Salah satu pelatihan yang paling berkesan adalah Training of Trainer
Fasilitator Roots, karena saya dapat mengaplikasikan langsung dan sangat
mendukung proses pembentukan karakter murid.
Perubahan terkait nilai reflektif adalah
menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang saya peroleh dari modul sebelumnya
dalam pembelajaran. Pembelajaran yang saya lakukan sebelum kegiatan diklat guru
penggerak ini saya mengganggap murid itu adalah objek, sehingga mereka tidak
bebas berkreatif. Namun saat ini telah memberi ruang kebebasan dalam berkreasi
dalam pembelajaran.
Terkait dengan nilai kolaboratif adalah
mengarahkan dan menuntun murid dalam pembelajaran, memberi dorongan terhadap
murid yang memiliki dilema hidup, broken, saat itu anak terancam tidak naik
kelas, sehingga berbagai cara menemukan solusi dengan wali kelas, dan guru
konseling. Dan juga menyambung komunikasi dan silaturahim dengan orang tua,
yang akhirnya permasalahan anak tersebut terselesaikan dengan baik.
Selanjutnya nilai inovatif adalah penerapan
pembelajaran yang berbasis kreativitas. Dari berbagai keunikan pada murid, saya
memberi kesempatan dan kebebasan kepada murid untuk menentukan objek yang akan
dipelajari lalu menuangkan sesuai dengan kreativitas masing-masing, sehingga
murid dapat menyelesaikan projeknya. Nilai berpihak pada murid adalah kepentingan
murid, kebutuhan murid, kepuasan murid. Berpihak pada murid adalah memberi
keluasan untuk berkreasi, berinovasi, sesuai kemampuanya masing-masing.
Perilaku yang terkait nilai berpihak pada murid adalah memberi kesempatan kepada
murid untuk mengemukakan pendapat. Kemudian memberi kebebasan membangun
pengetahuannya, bebas berkreasi untuk memahami pelajaran sesuai kodradnya.
Perubahan dengan nilai Berpihak pada murid ini yaitu
pada saat PJJ saya memadukan pemanfaatan aplikasi untuk menunjang keefektifan
pembelajaran murid dengan memilih sesuai kemampuannya,ada yang senang WA Group,
google classroom, gmail, youtube, google meet, ada juga hanya menulis kretif di
buku lalu menyetornya di sekolah, khususnya dalam penyelesaian tugas, mereka
berkreasi sesuai imajinasi dan ide mereka masing-masing.
Dengan perubahan-perubahan yang terjadi maka saya akan menjadi
sang guru bagi sang murid. Sehingga pencapaian profil pelajar Pancasila
sepanjang hayat, menjadi insan yang bermakna bagi bangsa dan negara.
Selanjutnya pada kegiatan lokakarya 1 dilaksanakan secara
daring, keseruan pada refleksi diri, mengidentifikasi, merancang dan
merencanakan program peningkatan kompetensi dan rencana pelaksanaan program
sebagai calon guru penggerak ke depan.

0 Komentar