JURNAL
REFLEKSI MINGGU KE 4
Refleksi minggu ke 4 dengan
olahan model 7 refleksi segitiga, menambah semangat menyusun kata demi kata tentang
motivasi diri untuk meluruhkan impian dan harapan menjadi sosok guru penggerak
sebagai agen transformasi pendidikan.
Memahami nilai-nilai dan peran
guru penggerak sangat memotivasi diri untuk menjadi sosok guru masa depan. Sungguh
mulia tugas sang guru, harapan bangsa yang luar biasa bergantung di pundak sebagai
pendidik bagi generasi pemilik masa depan. Sebagai penuntun bagi anak bangsa
dengan misi kemanusiaan untuk menumbuhkan kodrad dan memuliakan memanusiakan
manusia untuk mencapai kebahagiaan yang seluasnya. Nilai dan peran merupakan
hal penting dalam kehidupan, menjadi titik acuan dari sebuah kesuksesan baik di
bidang prestasi maupun keadaan diri. Guru sebagai penuntun melekat pada dirinya
nilai dan peran sebagai teladan, pembangun dan pendorong keberhasilan bagi
muridnya. Guru memiliki peran yang melekat pada sebuah trapezium usia meskipun.
Seorang guru sangat berperan dalam membentuk ingatan-ingatan yang dialami oleh
murid. Karena itu sosok guru harus optimal memainkan perannya selaku penuntun
agar meninggalkan jejak kisah yang bernilai positif pada murid di hari esok.
Nilai-nilai guru penggerak
meliputi: nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpusat pada
murid. Dengan nilai tersebut diharapkan seorang guru penggerak mampu
mengembangkan peran yakni menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas
praktisi, Menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan
kepemimpinan murid. Seirama dengan nilai dan peran dapat digaungkan maka layak
menjadi agen transformasi pendidikan untuk mewujudkan merdeka belajar bagi
muridnya.
Memahami nilai dan peran guru
menyadarkan bahwa guru dan murid adalah pembelajar yang sama-sama belajar
sehingga sedapat mungkin seorang guru memberikan arti proses pembelajaran yang
berpusat pada murid yang mengantarkan mereka pada kondisi ideal dalam pembelajaran
yang bermakna.
Profil saya sebagai guru berdasarkan
pengalaman di lapangan, sebenarnya saya sudah melaksanakan nilai dan peran
tersebut, namun belum terlaksana dengan baik dan belum berkomitmen. Nilai diri
saya yang tampak adalah nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan
berpihak pada murid. Setelah mengetahui dan memahami nilai guru penggerak saya
menyadari begitu banyak kekurangan dan belum optimal menerapkan nilai-nilai
tersebut terutama dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid.
Saya banyak mengabaikan perasaan murid ketika pembelajaran berlangsung dan saya
hanya focus pada pencapaian hasil belajar.
Selain menyadari kekurangan,
juga bersyukur karena sangat menarik dalam hal diasah menjadi pemimpin
pembelajaran yang berpihak pada murid. Sangat ironis membaca dan mendengan guru
menghamba pada murid. Namun setelah memahami nilai dan peran guru penggerak termaktup
makna yang sungguh mulia yang memanusiakan manusia. Bangga semoga nantinya bisa
menjadi bagian dari transformasi pembelajaran yang dapat memerdekakan murid.
Nilai mandiri dalam hal ini
senantiasa mengembangkan potensi diri tanpa bergantung pada orang lain. Selalu
mendorong, memotivasi diri dalam mengubah pola pikir dan mengembangkan diri
dengan aktif mengikuti berbagai pelatihan dan webinar, seperti guru belajar,
seri AKM, Bimtek Menulis, Bimtek Penelitian, TOT Roots (Perundungan), dll.
Kesemuanya itu sangat mendukung pengetahuan dan pengaplikasian dalam proses
pembelajaran pada murid, dan juga berbagi pada teman sejawat dan pernah menjadi
coach bagi guru lain.
Nilai reflektif dalam hal ini
saya senantiasa menyadari diri, introfeksi diri terhadap perubahan melalui
praktik baik dengan selalu membuka diri,
jujur terhadap kekurangan, intropeksi diri terhadap tindakan yang telah saya
lakukan sebagai evaluasi untuk perbaikan tindakan selanjutnya. Setiap saat meminta
refleksi dari murid sebagai evaluasi diri saya selaku guru, sejauh mana batas
tindakan dan perlakuan yang diinginkan oleh murid dalam pembelajaran. Setiap
tahun terprogram menghasilkan satu tindakan perbaikan kelas dan satu praktif
baik sebagai bahan evaluasi diri untuk perbaikan tindakan dan perlakuan
selanjutnya, kekurangannya tidak membagikan secara meluas praktik baik yang
telah dilakukan.
Dalam berkolaborasi saya
selalu menjaga komunikasi dan hubungan kerjasama positif terhadap teman
sejawat.Demikian pula dalam hal tindakan perbaikan tentang
permasalahan-permasalahan yang dialami oleh murid, selalu berdiskusi dengan
dengan teman sejawat, namun belum maksimal. Selanjutnya nilai diri inovatif,
selalu berusaha berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran dengan rancangan
program yang sesuai dengan kebutuhan dan yang berpihak pada murid. Sudah ada
dalam hal menggunakan model pembelajaran yang berbeda, memberikan ruang pada
murid namun tindakan dan perlakuan dalam
proses pembelajaran sehingga berpihak pada murid tersentuh walaupun sudah memberi ruang memilih
namun terikat. Nilai yang perlu saya kuatkan adalah nilai kolaboratif dan
berpihak pada murid. Karena selama ini terlalu fokus dengan target pencapaian
kurikulum, agar tercapai tepat waktu sesuai program semester. Kolaborasi pun
harus saya kuatkan karena selama ini kurang berkolaborai dengan yang lain hanya
fokus dengan sesama mata pelajaran itupun tidak selalu dilakukan.
Perasaan setelah melakukan
pembelajaran, saya merasa senang, bersyukur, dan bangga bisa belajar bersama
guru-guru hebat. Sangat termotivasi untuk melakukan perubahan, mengajak teman
untuk senantiasa menggali potensi diri dalam pengembangkan diri melalui forum
ilmiah seperti bimtek, seminar, diklat baik secara mandiri maupun dengan
berkolaborasi. Semangat berinovasi meningkat untuk mengeksplorasi diri untuk
menggali ide ataupun gagasan demi mewujudkan merdeka belajar. Pengolahan waktu
dalam berbagai peran, fluktuasi emosi masih perlu kontrol diri, dan terlalu
banyak pertimbangan mendapat dukungan atau tidak bila mengajukan sesuatu. Namun
hal tersebut merupakan tantangan dan peluang bagi saya untuk berkomitmen
memperbaiki diri, biarkan semuanya berjalan sesuai alur, biarlah proses dan
waktu yang menjawab, berusaha dan focus berbuat dan berlaku baik.
Setelah
melakukan diskusi dengan teman kelompok lalu melakukan vikon dengan Ibu
Fasilitator telah memberikan pemahaman yang lebih kuat khususnya pada eksplorasi
konsep tentang nilai-nilai dan peran guru penggerak seyogyanya kita senantiasa
mengutamakan kepentingan murid-murid kita Keinginan untuk selalu bergerak,
berbuat dan berbagi, mengupgrade diri,membuka ruang berkolaborasi, merefleksi
diri, dan komitmen kuat untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat
pada murid, mewujudkan merdeka belajar.
0 Komentar