Harapan bangsa yang luar biasa
bergantung di pundak kita sebagai pendidik bagi generasi pemilik masa depan. Sungguh
mulia tugas kita sebagai penuntun bagi anak bangsa dengan misi kemanusiaan
untuk menumbuhkan kodrad dan memuliakan memanusiakan manusia untuk mencapai
kebahagiaan yang seluasnya. Nilai dan peran merupakan hal penting dalam
kehidupan, menjadi titik acuan dari sebuah kesuksesan baik di bidang prestasi
maupun keadaan diri. Guru sebagai penuntun melekat pada dirinya nilai dan peran
sebagai teladan, pembangun dan pendorong keberhasilan bagi muridnya. Guru
memiliki peran yang melekat pada sebuah trapezium usia meskipun berada di luar.
Seorang guru sangat berperan dalam membentuk ingatan-ingatan yang dialami oleh
murid. Seorang guru harus optimal memainkan perannya selaku penuntun agar
meninggalkan jejak kisah yang bernilai positif pada murid di hari esok.
Nilai-nilai guru penggerak
meliputi: nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpusat pada
murid. Dengan nilai tersebut diharapkan seorang guru penggerak mampu
mengembangkan peran yakni menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas
praktisi, Menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, dan mewujudkan
kepemimpinan murid. Seirama dengan nilai dan peran dapat digaungkan maka layak
menjadi agen transformasi pendidikan untuk mewujudkan merdeka belajar bagi
muridnya.
Nilai dan peran guru sangat
berkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila di mana nilai-nilai positif sebagai
roh atau landasan yang harus dimiliki oleh murid, tentu dengan melalui tuntunan
seorang guru. Nilai-nilai tersebut wajib ditanamkan oleh guru kepada muridnya
melalui keteladanan dan pembiasaan yang baik. Keteladanan dan pembiasaan yang
tertuang dalam profil pelajar pancasila dengan elemen kunci harus terlaksana
baik dengan membangun kolaborasi antar orang tua dan pihak sekolah. Guru salah
satu pilar dalam menumbuhkan sosok anak yang beriman, berakhlak, berpikir
kritis, inovatif dan kreatif, kemandirian, menghargai kebhinekaan tanpa
memandang identitas.
Memahami nilai dan peran guru
menyadarkan bahwa guru dan murid adalah pembelajar yang sama-sama belajar
sehingga sedapat mungkin seorang guru memberikan arti proses pembelajaran yang
berpusat pada murid yang mengantarkan mereka pada kondisi ideal dalam
pembelajaran yang bermakna.
Menyadari nilai dan peran guru
penggerak, berdasarkan pengalaman di lapangan, sebenarnya saya sudah melaksanakan
nilai dan peran tersebut, namun belum terlaksana dengan baik dan belum
berkomitmen.
Nilai
Diri Yang Sudah Ada
Nilai diri saya yang tampak
adalah nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid.
Rasa
Setelah Mengetahui Nilai dan Peran Guru Penggerak
Setelah mengetahui dan
memahami nilai guru penggerak saya menyadari begitu banyak kekurangan dan belum
optimal menerapkan nilai-nilai tersebut terutama dalam melaksanakan
pembelajaran yang berpusat pada murid. Saya banyak mengabaikan perasaan murid ketika
pembelajaran berlangsung dan saya hanya focus pada pencapaian hasil belajar.
Selain menyadari kekurangan,
juga bersyukur karena sangat menarik dalam hal diasah menjadi pemimpin
pembelajaran yang berpihak pada murid. Sangat ironis membaca dan mendengan guru
menghamba pada murid. Namun setelah memahami nilai dan peran guru penggerak termaktup
makna yang sungguh mulia yang memanusiakan manusia. Bangga semoga nantinya bisa
menjadi bagian dari transformasi pembelajaran yang dapat memerdekakan murid.
Nilai
-nilai Guru Penggerak yang Sudah Saya Miliki Sekarang
Nilai mandiri dalam hal ini senantiasa
mengembangkan potensi diri tanpa bergantung pada orang lain. Selalu mendorong,
memotivasi diri dalam mengubah pola pikir dan mengembangkan diri dengan aktif
mengikuti berbagai pelatihan dan webinar, seperti guru belajar, seri AKM,
Bimtek Menulis, Bimtek Penelitian, TOT Roots (Perundungan), dll. Kesemuanya itu
sangat mendukung pengetahuan dan pengaplikasian dalam proses pembelajaran pada
murid, dan juga berbagi pada teman sejawat dan pernah menjadi coach bagi guru
lain.
Nilai reflektif dalam hal ini
saya senantiasa menyadari diri, introfeksi diri terhadap perubahan melalui
praktik baik dengan selalu membuka diri,
jujur terhadap kekurangan, intropeksi diri terhadap tindakan yang telah saya
lakukan sebagai evaluasi untuk perbaikan tindakan selanjutnya. Setiap saat
meminta refleksi dari murid sebagai evaluasi diri saya selaku guru, sejauh mana
batas tindakan dan perlakuan yang diinginkan oleh murid dalam pembelajaran.
Setiap tahun terprogram menghasilkan satu tindakan perbaikan kelas dan satu
praktif baik sebagai bahan evaluasi diri untuk perbaikan tindakan dan perlakuan
selanjutnya, kekurangannya tidak membagikan secara meluas praktik baik yang
telah dilakukan.
Dalam berkolaborasi saya
selalu menjaga komunikasi dan hubungan kerjasama positif terhadap teman
sejawat.Demikian pula dalam hal tindakan perbaikan tentang
permasalahan-permasalahan yang dialami oleh murid, selalu berdiskusi dengan dengan
teman sejawat, namun belum maksimal. Selanjutnya nilai diri inovatif, selalu
berusaha berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran dengan rancangan program yang
sesuai dengan kebutuhan dan yang berpihak pada murid. Sudah ada dalam hal
menggunakan model pembelajaran yang berbeda, memberikan ruang pada murid namun tindakan dan perlakuan dalam proses
pembelajaran sehingga berpihak pada murid tersentuh walaupun sudah memberi ruang memilih
namun terikat.
Nilai
yang Perlu Perlu Penguatan
Nilai yang perlu saya kuatkan
adalah nilai kolaboratif dan berpihak pada murid. Karena selama ini terlalu
fokus dengan target pencapaian kurikulum, agar tercapai tepat waktu sesuai
program semester. Kolaborasi pun harus saya kuatkan karena selama ini kurang
berkolaborai dengan yang lain hanya fokus dengan sesama mata pelajaran itupun
tidak selalu dilakukan.
Apa
saja yang saya rasakan setelah mengetahui peran dari guru penggerak?
Setelah mengetahui peran guru
penggerak, saya merasa senang, bersyukur, dan bangga bisa belajar bersama
guru-guru hebat. Sangat termotivasi untuk melakukan perubahan, mengajak teman
untuk senantiasa menggali potensi diri dalam pengembangkan diri melalui forum
ilmiah seperti bimtek, seminar, diklat baik secara mandiri maupun dengan
berkolaborasi. Semangat berinovasi meningkat untuk mengeksplorasi diri untuk menggali
ide ataupun gagasan demi mewujudkan merdeka belajar.
Apa
yang bisa saya lakukan (khusus diri saya) untuk menguatkan peran dàn nilai guru
penggerak?
Yang saya lakukan untuk
menguatkan peran dan nilai guru penggerak,, adalah:
a. aktif
melakukan perubahan dengan giat menambah wawasan dengan cara meningkatkan
literasi secara mandiri dan juga melalui pelatihan serta seminar.
b. Membangun
ruang kolaborasi dalam menggerakkan komunitas agar termotivasi untuk
pengembangan dirinya.
c. Merefleksi
diri untuk berkomitmen yang kuat dalam berinovasi dan berkarya
d. Mengubah
minsed dan berkomitmen untuk maju
Apa
yang akan menghambat saya dalam memperkuat Peran dan Nilai Guru Penggerak dalam
diri saya?
Pengolahan waktu dalam
berbagai peran, fluktuasi emosi masih perlu kontrol diri, dan terlalu banyak
pertimbangan mendapat dukungan atau tidak bila mengajukan sesuatu. Namun hal
tersebut merupakan tantangan dan peluang bagi saya untuk berkomitmen
memperbaiki diri, biarkan semuanya berjalan sesuai alur, biarlah proses dan
waktu yang menjawab, berusaha dan focus berbuat dan berlaku baik.

0 Komentar