AKSIKU BERGOTONG ROYONG
A. Latar Belakang
Pepatah mengatakan,
berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Makna tradisi gotong royong seperti
pepatah ini sudah usang di zaman yang makin sibuk dan makin individualis.
Karena itu perlu dibangun budaya positif. Budaya positif yang dibangun sesuai
dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Salah satu cerminan dalam profil
pelajar pancasila adalah bergotong royong. Elemen utama bergotong royong adalah
kolaborasi, peduli dan berbagi. Murid dengan profil ini diharapkan memiliki
kemampuan berkolaborasi yang merupakan softskill utama yang terpenting di masa
depan agar bisa bekerja secara tim.
Kepedulian dalam hal ini
peduli lingkungan melalui program LISA dan kepedulian terhadap sesama dengan
gerakan jumat berkah. Nilai-nilai bergotong royong mencerminkan tindakan
menghargai semangat berkolaborasi, menjalin komunikasi, dan saling menolong
bagi yang membutuhkan. Murid diharapkan mampu mengaktualisasi diri dan
mengimplementasikannya dalam kehidupan, sehingga apa yang mereka lakukan dapat
dirasakan manfaatnya baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.
B. Tujuan
Tujuan kegiatan aksi ini
adalah mewujudkan budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid untuk
mencapai visi murid impian yakni murid yang unggul, peduli lingkungan, dan
teguh berbudaya.
- Menumbuhkan kolaborasi yang baik
- Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dengan aksi
Jumat Berkah
- Menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan dengan aksi
LISA (Lihat Sampa Ambil)
- Menumbuhkan aksi berbagi pada yang membutuhkan
C. Tolak Ukur
- Memiliki semangat belajar
- Membangun semangat berkolaborasi
- Berkomitmen melaksanakan kesepakatan
- Kepedulian tinggi
- Mudah berbagi pada yang membutuhkan
D. Liminasi Tindakan
- Berkoordinasi dengan kepala sekolah tentang rencana program
- Sosialisasi program kepada warga sekolah
- Berdiskusi dengan murid untuk menghasilkan kesepakatan kelas/keyakinan kelas
Aksi ini diawali dengan berkordinasi kepala sekolah tentang rencana kegiatan, kemudian melakukan sosialisasi program kepada warga sekolah. Selanjutnya berdiskusi dengan murid untuk menghasilkan kesepakatan kelas dan pelaksanaan progran jumat berkah.. Untuk memperlancar gerakan dengan berkolaborasi seluruh wali kelas dalam hal keyakinan -keyakinan nilai budaya positif, termasuk aksi bergotong royong dalam berkolaborasi, melaksanakan jumat berkah dan berbagi. Upaya penerapan budaya positif di sekolah baik secara daring dan luring, sebagai berikut:
- sosialisasi dengan warga
sekolah secara luring pada hari Jumat 22 Oktober 2021 dengan
materi Restitusi.
- Berdiskusi dengan murid kelas
yang saya ajar dan beberapa pengurus organisasi kegiatan
ekstrakurikuler tanggal 13, 14, 15, 18, 19 Oktober 2021
- Sharing secara daring bersama
wali kelas dengan materi Keyakinan Kelas pada hari Kamis 4
November 2021
Aksi pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah tentang pelaksanaan program calon guru penggerak. Kepala sekolah sangat merespon dengan gerakan aksi nyata tersebut, dengan harapan membawa angin segar bagi penumbuhan karakter positif di sekolah. Cerminan profil pelajar pancasila menjadi tolak penguatan menciptakan budaya positif meliputi berakhlak mulia, bberkebhinekaan global, bergotong royong, keratif, berpikir kritis, dan mandiri. Pada koordinasi tersebut kepala sekolah menyetujui melaksanakan fokus pada salah satu profil yakni bergotong royong dengan elemen berkolaborasi (bekerja sama), peduli dan berbagi.
Melaksanakan progran Aksiku Bergotong Royong di SMA Negeri 1 Majene memiliki dampak positif. Berdasarkan aanalisis secara kualitatif kegiatan tersebut berjalan lancar. Semua warga merespon aksi bergotong royong dengan penerapan kolaborasi, kepedulian lingkungan program LISA dan gerakan jumat berkah setiap minggunya serta berbagi. Murid mewujudkan sikap bergotong royong berkolaborasi, peduli dan berbagi. Murid menumbuhkan cinta lingkungan dengan kelas bersih. Dan murid pun sangat merespon dan antusias dengan bergiliran setiap kelas aktif melaksanakan gerakan jumat berkah dengan berkeliling ke seluruh kelas (21 kelas) dan hasilnya
Keberhasilan dan Kegagalan Program
Keberhasilan
Pelaksanaan program ini terlaksana sesuai dengan perencanaan, sebagian besar murid merespon dan berpartisipasi aktif dengan progran menumbuhkan budaya positif baik dalam hal lihat sampah ambil dan gerakan jumat berkah serta berbagi. Program LISA perlahan-lahan terealisasi mulai dari kelas dan di luar kelas. Gerakan Jumat berkah berjalan dengan baik dan lancar sesuai perencanaan dengan jadwal setiap minggu berjalan bergiliran kelas yang bertugas.
Kegagalan
Pelaksanaan program ini masih ada murid dan warga lainnya yang belum melaksanakan progran. Ada beberapa guru yang belum merespon baik jumat berkah dan kurang peduli dengan program LISA .
Rencana Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang akan dilakukan adalah:
- Memotivasi warga sekolah dalam meningkatkan kesadaran berbudaya positif
- Memotivasi murid menumbuhkan budaya positif fokus pada sikap bergotong royong
- Menerapkan budaya bergotong royong dengan elemen kolaborasi, peduli dan berbagi secara kontinyu
- Melakukan evaluasi secara rutin untuk keberlangsungan program.










0 Komentar