Jumat 5 November 2021
PRAKTIK PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA MURID
"Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi"
Di mana posisi Anda berada dalam perjalanan pembelajaran Anda saat ini di PGP Angkatan 3?
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
- Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
- Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
- Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
- Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
- Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Murid
1. Kesiapan Belajar Murid
(Readiness)
Contoh pemetaan
kebutuhan belajar
berdasarkan Kesiapan
Belajar Murid
(Readiness)
Ibu Lusi akan mengajar pelajaran Matematika. Tujuan Pembelajaran yang ia tetapkan
adalah: murid dapat menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
keliling bangun datar.
Ia kemudian membuat pemetaan kebutuhan belajar dan memberikan penugasan seperti di
bawah ini:
Kesiapan
belajar
(Readiness)
Beberapa murid telah
memahami konsep keliling;
dapat melakukan operasi hitung
dasar.
Beberapa murid telah memahami konsep keliling
namun belum lancar dalam melakukan operasi
hitung dasar.
Beberapa murid belum
memahami konsep
keliling.
Tugas Murid diminta mengerjakan
soal-soal tantangan yang
mengaplikasikan konsep keliling
dalam kehidupan sehari-hari.
murid akan diminta untuk
bekerja secara mandiri dan
saling memeriksa pekerjaan
masing-masing.
Murid menggunakan bantuan benda-benda
konkret untuk menghitung keliling bangun datar
(misalnya menggunakan lidi atau sedotan). Jika
mengalami kesulitan, murid diminta menerapkan
strategi “3 before me” (bertanya kepada 3 teman
sebelum bertanya langsung pada guru). Guru akan
sesekali datang ke kelompok ini untuk memastikan
tidak ada miskonsepsi.
Murid akan mendapatkan
pembelajaran eksplisit
tentang konsep keliling.
Guru akan memberikan
scaffolding yang lebih
banyak dalam proses ini.
Contoh pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan Minat
Ibu Zaenab ingin mengajarkan murid-muridnya keterampilan membuat tulisan teks prosedur. Ia kemudian melihat
pada catatan yang dimilikinya. Ia menemukan bahwa di kelasnya ada:
● 8 orang murid yang sangat menyukai kegiatan olahraga;
● 6 orang yang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan sains;
● 4 orang senang membuat prakarya dan;
● 2 orang senang memasak.
Setelah selesai mendiskusikan tentang apa dan bagaimana membuat tulisan berbentuk prosedur, Bu Zaenab lalu
meminta murid berlatih membuat sendiri tulisan berbentuk prosedur tersebut. Setiap murid diperbolehkan untuk
menulis dengan topik sesuai dengan minat mereka. Ada murid yang memilih membuat tulisan prosedur memasak
nasi goreng, ada murid yang memilih membuat tulisan tentang prosedur membuat bunga dari sedotan, dsb.
Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Murid
3. Profil Belajar Murid (Learning Profiles)
Contoh memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar
Pak Herman akan mengajar pelajaran IPA, dengan tujuan pembelajaran yaitu agar murid dapat mendemonstrasikan pemahaman
mereka tentang habitat makhluk hidup.
Berdasarkan identifikasi yang ia lakukan, Pak Herman telah mengetahui bahwa sebagian muridnya adalah pembelajar visual ,
sebagian lagi adalah pembelajar auditori, dan pembelajar kinestetik.
Untuk memenuhi kebutuhan belajar murid-muridnya tersebut, Pak Herman lalu memutuskan untuk melakukan beberapa hal
berikut ini:
1. Saat mengajar, Pak Herman melakukan hal-hal berikut ini:
- Ia menggunakan banyak gambar atau alat bantu visual saat menjelaskan.
- Ia juga menyediakan video yang dilengkapi penjelasan lisan yang dapat diakses oleh murid.
- Pak Herman juga membuat beberapa sudut belajar atau display yang ditempel di tempat-tempat berbeda untuk
memberikan kesempatan murid bergerak saat mengakses informasi.
2. Saat memberikan tugas, Pak Herman memperbolehkan murid-muridnya memilih cara mendemonstrasikan pemahaman
mereka tentang habitat makhluk hidup. Murid boleh menunjukkan pemahaman dalam bentuk gambar, rekaman wawancara
maupun performance atau role-play.
Beberapa contoh cara mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar
- mengamati perilaku murid-murid
- mengidentifikasi pengetahuan awal
- menggunakan berbagai penilaian penilaian diagnostik
- berbicara dengan guru murid sebelumnya
- membaca rapor murid dari kelas mereka sebelumnya
- mereview dan melakukan refleksi terhadap praktik pengajaran B
Strategi Mendiferensiasi Pembelajaran
Diferensiasi Konten Diferensiasi konten merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum
Diferensiasi Proses Merujuk pada strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi (content).
Diferensiasi Produk. Merujuk pada strategi
membedakan produk
hasil belajar murid, hasil
latihan, penerapan, dan
pengembangan apa yang
telah dipelajari.
Bersyukur Selalu
Salam dan Bahagia





0 Komentar