“Jika seseorang di antara kalian berjumpa dengan
saudaranya maka hendaklah memberi salam kepadanya. Jika antara ia dengan
saudaranya terhalang pepohonan, dinding, atau bebatuan kemudian mereka berjumpa
kembali, maka ucapkan salam kepadanya” (HR.Abu Daud).
Alangkah bersyukurnya kita
bila setiap langkah berjumpa dengan dengan orang yang mengucap salam.
Salam merupakan proses
interaksi yang dilakukan antara seseorang dengan yang lain. Salam mengandung
endorfim yang dapat membuat orang senang, gembira, dan bahagia.
Kenyataannya
kondisi saat ini, pergeseran nilai pergaulan pun menimpah peserta didik di
sekolah sudah mengkhawatirkan, prilaku sosial dan emosional seakan-akan sudah
lepas kontrol bagi peserta didik. Kadang ketika melakukan kesalahan lalu
mendapat teguran gurunya, nilai etika dan budaya seakan terlupakan. Kecanggihan
dan kemoderman membentuknya berpikir praktis mendahulukan emosi, kesenangan
sesaat membuatnya merasa bahagia tanpa berpikir tentang dampaknya bagi orang
lain.
Kondisi
tersebut mengharuskan pihak sekolah memikirkan solusi yang dapat membendung
permasalahan yang menggandrungi peserta didik. Penumbuhan sikap dan budaya
positif digalakkan dan dibudayakan. Salah satunya adalah pembiasaan budaya
salam tersebut agar di sekolah yang bertujuan menumbuhkan sikap saling
menghormati, saling menghargai antar sesama.
Pembiasaan
akan membentuk sebuah budaya yang dapat menopang keberadaan prilaku peserta
didik yang diharapkan. Menyebarkan salam merupakan
pembiasaan yang sangat positif bagi setiap orang. Ucapan salam sangat indah
yang biasa diucapkan sebagai ikatan silaturrahim, bentuk kasih sayang, sebagai
ungkapan cinta, dan paling mengagungkan salam adalah sebuah doa bagi sesama
manusia.
Berbagai macam ucapan salam
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bagi orang islam, bagai yang lain
ada yang berucap selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam. Semua
itu biasanya terdengar saat bertemu dengan seseorang. Sungguh sangat
menyenangkan. Lalu tegur sapa biasanya dengan ucapan apa kabar, bagaimana
kabarmu, selamat datang, semua sapaan itu menumbuhkan keakraban, persaudaraan,
pertemanan.
Salam
mengantarkan kita menciptakan awal komunikasi menyenangkan apalagi bila
disertai dengan senyuman. Dengan salam dapat menciptakan suasana kerja dalam
keceriaan, kegembiraan, sehingga semangat bekerja membuahkan dan menciptakan
seluruh giat yang dilakukan penuh semangat dan gembira.
Penerapan budaya
salam di sekolah merupakan upaya pembiasaan yang harus dilakukan oleh semua warga
sekolah, baik antar guru dengan rekan sebaya, dengan kepala sekolah, peserta
didik dengan guru, dan antar peserta
didik. Budaya salam ini akan menumbuhkan sopan dan santun dalam berucap dan
bertindak. Ketika pagi hari guru menyambut pesrta didik di gerbang sekolah,
tentu dengan salam. Apabila hal tersebut tercipta dengan baik, maka warga
sekolah tentu merasa nyaman dan bahagia.
0 Komentar