Cyber Pisycal System, Internet of Things, Networks: Tantangan dan Peluang Bagi Guru
Cyber Physical System merupakan sebuah konsep mengenai
sistem yang terdiri dari subsistem fisik, komputasi dan jaringan komunikasi.
Berada pada fase Cyber
Pihsycal System, Internet of Things, Networks, di mana
fase ini sistem tersebut akan memungkinkan semua alat yang berbentuk akan
terkoneksi dengan jaringan internet. Lalu bisa saja seluruh seluruh aktivitas
terkendalikan dengan remod control melalui jaringan internet.
Betapa
hebatnya perkembangan media internet. Konsep internet of things di mana bisa mentransfer sesuatu tanpa
memerlukan interaksi manusia ke manusia. Perkembangan internet tersebut membuat
seseorang merasa segalanya mudah terkendali, semua dapat terselesaikan tanpa
harus capek melakukan, karena internet sangat mudah diakses. Sehingga semua
orang baik dewasa maupun anak-anak mampu mengakses segala informasi dengan
mudah melalui internet.
Ada
kekhawatiran yang terjadi bahwa semakin canggihnya teknologi akan tergerus
interaksi antar manusia, semua terkendali dengan mesin alias robot. Semakin
berkembang teknologi, tenaga kerja manusia beralih menjadi tenaga mesin.
Guru adalah agen
tranformasi pendidikan. Guru yang baik adalah guru yang dapat memberi harapan.
Dalam Undang-Undang Guru dan dosen terbaca bahwa guru adalah pendidik
professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada satuan pendidik. Guru
berusaha mengantar, merangsang imajinasi, menambah rasa selalu ingin belajar
sehingga tumbuh pembiasaan cinta belajar.
Di era globalitas
ini, seorang guru harus selalu mampu menguprade pengetahuan dan kemampuan
berdampingan dengan zaman yang semakin canggih. Guru harus rela lepas dari zona
nyaman dengan melakukan berbagai strategi dalam melaksanakan tugas atau amanah
yang diembang sebagai pendidik.
Tantangan
Dalam perkembangan zaman yang mengglobal ini, tantangan guru sangat dasyat. Guru harus berdampingan dengan derasnya arus digital, sehingga guru harus memiliki kemampuan dan keterampilan. Guru harus menguasai teknologi dan memanfaatkannya dalam pembelajaran yang dilakukan. Disrupt
saat ini menimpah guru dan peserta didik atas hadirnya fase cyber pshicys adiktif
gadget, adiktif pornografi, abuse (kekerasan mensos) , anti sosial (teman nyata
hanya sedikit, teman maya yang banyak. Sangat kurang terjadi interaksi sehingga
ada kecenderungan kehidupan individual. Tak saling mengenal, tidak saling menegur
dan menyapa sehingga sangat rentang terjadi non kolaborasi, tak ada lagi Indonesia
sama rasa sama dapat.
Peluang
Globalisasi
yang dikhawatirkan adalah lahirnya interaksi dan batas antara manusia, mesin,
dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan
komunikasi. Revolusi sangat meningkat loncatan teknologi informasi dan
teknologi komunikasi memanfaatkan sepenuhnya secara optimal. Seluruh mata
rantai berbasis digital.
Mengingat
Presiden Joko Widodo meluncurkan gerakan Making Indonesia yang merupakan
komitmen memasuki era revolusi maka perlu kita mempersiapkan diri dalam
melakukan perubahan, terutama pada pembelajaran di sekolah. Dengan mengubah
pola berpikir dan sikap peserta didik, selanjutnya mengembangkan bakat dan
minat, mengubah paradigm mengajar dan mendidik disesuaikan dengan zaman.
Mengingat
pembicaraan mantan Mendikbud Muhadjir Effendy, pendidikan Indonesia sangat perlu
merevisi kurikulum dengan memperhatikan: kemampuan berpikir kritis, kreativitas
dan kemampuan yang inovatif, kemampuan dan keterampilan berkomunikasi,
berkolaborasi serta memiliki kepercayaan diri. Selain hal tersebut, memerlukan
pemahaman literasi yang tidak hanya membaca, menulis, dan matematika. Akan
tetapi guru sangat perlu memahami literasi data agar mampu menganalisis dan
menggunakan informasi di dunia digital. Juga lierasi teknologi sehingga mampu
mengaplikasin cara kerja mesin dan aplikasi lainnya, serta literasi manusia
yang sanggup memahami humanites, komunikasi dan desain.
0 Komentar