CELENGAN RINDU

 CELENGAN RINDU

Celengan Rindu adalah sebuah akronim dari Collaboration Education Learning Empati Nyaman gunakan Alam Nuangsa Ramah Inovatif Diferensiasi Untuk Menulis.

Celengan merupakan sebuah wadah tempat menabung, Ruang atau wadah untuk selalu ingin bertemu dalam melakukan sebuah aktivitas dan berinovasi. Atau sebagai wadah melakukan kreatifitas untuk menghilangkan zona nyaman dan menjauhi radikal teknologi yang semakin canggih.

Pendidikan tent uterus berubah tatananya dari masa ke masa sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembengan pengetahuan dan teknologi. Pendidikan ditujukan untuk menyiapkan peserta didik dalam rangka menghadapi hidup dan kehidupannya di masa kini dan mendatang.

Pada dasrnya setiap proses pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses pembelajaran merupakan interaksi yang terjadi antara guru dan siswa. Celengan rindu

Peran guru sangat penting dalam alam membimbing, menyampaikan dan menstrasfer bahan ajarTahap pembelajaran

Persiapan dilakukan asesmen untuk memetakan gaya belajar auditori, visual dan kinestetik. Dengan memperhatikan strategi pembelajaran dengan melakukan diferensiasi konten, proses, dan produk.

Masing-masin siswa membuat blog sebagai wadah menulis dengan memanfaatkan handphone secara sehat dan bermanfaat.

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...