Celengan Rindu adalah sebuah akronim dari Collaboration Education Learning Empati Nyaman gunakan Alam Nuangsa Ramah Inovatif Diferensiasi Untuk Menulis. Celengan merupakan sebuah wadah tempat menabung, Rindu sebagai ruang atau wadah untuk selalu ingin bertemu dalam melakukan sebuah aktivitas dan berinovasi. Atau sebagai wadah melakukan kreativitas untuk menghilangkan zona nyaman dan menjauhi radikal teknologi yang semakin canggih. Dalam hal ini, handphone sebagai wadah temu dan blog sebagai celengan menabung berbagai tulisan hasil karya peserta didik.
Peran guru sangat penting dalam membimbing, menyampaikan dan menstrasfer bahan ajar kepada peserta didik. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik tidaklah mudah. Guru harus mampu melakukan inovasi dalam pembelajaran agar apa yang menjadi tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Celengan rindu adalah pembelajaran berbasis blog merupakan salah satu praktik baik dalam pembelajaran yang memanfaatkan handphone secara sehat dan berdaya guna sebagai media dalam melatih peserta didik menulis di blog.
Blog adalah salah satu jenis situs web yang dikembangkan dan dikelola oleh individu dengan menggunakan software online atau platform host yang sangat mudah bagi pengguna sebagai ruang untuk menulis. Blog menampilkan publikasi instan dan mengajak public untuk membaca dan memberikan umpan balik sebagai komentar (Herutomo, 2010). Blog merupakan web yang mengandung isi dalam urutan dan terdiri dari postingan-postingan status atau tulisan.
Guru inovatif adalah guru yang terus menerus mengembangkan diri dan kemampuannya mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran yang dinamis dan memberi solusi melakukan pembelajaran yang ideal menyenangkan untuk mencapai keberhasilan pesrta didik. Tentunya guru inovatif akan melakukan kegiatan pembelajaran membangun kolaborasi di mana peserta didik melakukan proses pembelajaran dengan ranah kompetensi, menguasai TIK, dan aksi.
Ranah
kompetensi bahwa melalui Celengan Rindu peserta didik dapat melakukan proses
pembelajaran dengan berpedoman pada kemampuan keterampilan 4C ( critical thingking, collaboration, communication,
dan creativity). Ranah menguasai TIK, semua peserta didik memiliki
handphone namun masih banyah yang tidak memanfaatkannya dengan maksimal,
peserta didik hanya menggunakan handphonenya
sebagai media nonton, main game, bermedia sosial, sehingga Celengan Rindu ini mengantar
peserta didik untuk menggunakan HP membuat blog dan menulis pada blognya
masing-masing. Kemudian ranah aksi, peserta didik memiliki kemampuan melakukan
hal-hal positf dalam bentuk kerjasama atau berkolaborasi dengan kelompok kecil
sesuai pemetaan. Aksi yang dilakukan menumbuhkan budaya positif memanfaatkan
lingkungan sekitar untuk belajar, peduli lingkungannya sehingga pembelajaran
yang dilakukan menyenangkan.
Tahapan Celengan Rindu
Foto Pribadi
Persiapan, melakukan
doa agar senantiasa senang dan nyaman dalam pembelajaran, guru menyampaikan
tujuan pembelajaran, memotivasi dan menginspirasi peserta didik. Dilakukan
asesmen untuk memetakan gaya belajar auditori, visual dan kinestetik. Adanya
hasil dari pemetaan dibentuklah kelompok. Dengan memperhatikan strategi
pembelajaran dengan melakukan diferensiasi konten, proses, dan produk.
Penutup,
peserta didik mengirim link tulisan digrop kelas. Guru dan peserta didik
menyimpulkan pembelajaran. Guru dan peserta didik melakukan refleksi tentang
manfaat pembelajaran dan perasaan melakukan pembelajaran dengan kemasan
Celengan Rindu. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan
beikutnya. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa.
Kondisi pembelajaran pada saat itu sangat membantu guru mengefektifkan dan mengefisienkan pembelajaran. Tujuan pembelajaran pun optimal tercapai.
Celengan
Rindu ini tidak hanya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan pada peserta
didik tetapi juga sangat memerdekakan guru dalam melakukan pembelajaran.
Inovasi pembelajaran Celengan Rindu dimensi kolaborasi terlaksana cermat,
kritis, tepat guna, memberikan nilai tambah sesuai kebutuhan.
Pembelajaran
dengan kemasan Celengan Rindu memberikan keluasan berpikir pada peserta didik,
aksi yang dilakukan merupakan tantangan dalam menyelesaikan dan memberi solusi
terhadap fenomena yang diamati. Melatih keluasan berpikir kritis, peserta didik
dapat memotivasi dirinya dalam mengeksplorasi kekuatan atau kemampuan yang
dimiliki sehingga dengan sendirinya tercipta atau berdampak positif dalam
pemcapaian proses dan hasil belajarnya.
Celengan
Rindu tersebut membangun peserta didik memiliki peluang untuk bersosialisasi
dengan teman sebanyanya, mampu mengungkapkan dan mempertahankan ide, gagasan,
curah pendapat dengan damai.
Pembelajaran
yang dilakukan membawa peserta didik sangat antusias, kemampuan berpikir
kritis, keterampilan bereksplorasi, berkolaborasi dan kemandirian memecahkan
masalah mengantar mencapai tujuan secara optimal.
Referensi
Herutomo, Agung. 2010. Conquering Web 2.0. Jakarta: PT Elex Media Komputindo


3 Komentar
sangat inspiratif sekali
BalasHapusTerima kasih Pak, berusaha belajar menulis
HapusBapak ibu, ini tulisan Omjay yang kedua di hari keempat bulan Februari, https://www.kompasiana.com/wijayalabs/63de401e4addee386c0e7363/guru-penggerak-kok-copas, semoga bermanfaat dan memotivasi kawan-kawan pembaca kompasiana. Terima kasih atas kunjungannya.
BalasHapus