16082021isiaudio
Assalamualaikum wrw wb
Saya Herlina, CGP Kab Majene
Isinkan saya menyampaikan elaborasi konsep Ki Hajar
Dewantara
Ki Hajar Dewantara adalah tokoh
pendidikan nasional lahir pada tgl 2 Mei 1889
Ki Hajar Dewantara
dikenal sebagai aktivis sekaligus jurnalis pergerakan nasional,
mendirikan lembaga
pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta.
Ki Hajar Dewantara: mengenai pendidikan,
yaitu upaya konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan
merupakan salah satu cara menuju kemerdekaan secara lahir dan batin manusia.
Baik secara personal maupun secara kelompok atau masyarakat.
Pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan manusia Indonesia yang
beradab.Tujuan pendidikan adalah menuntun…
Apabila anak dituntun oleh ruang yang berkualitas maka anak tersebut
Pembelajaran yang diinginkan oleh ki Hajar Dewantara adalah:
1. memerdekakan dan berpusat pada anak
Semua yang dilakukan dalam dunia pendidikan harus
berorientasi dengan anak, bebasa dari segala ikatan
2. Pembelajaran yang fokus pada proses bukan pada hasil
3. Mengikuti perkembangan zaman
4. Tidak bertentangan nilai kemanusiaan
5. Penumbuhan dan penguatan budi pekerti
Filosofi Ki Hajar Dewantara Perubahan, terutama perubahan budi pekerti
menjadi lebih baik, sehingga tertanam dan tumbuh benih-benih yang mencerminkan nilai-nilai kebenaran,kemanusiaan, percaya diri , sehingga menjadi pribadi yang bijaksana
Semboyan KI hajar dewantara adalah
Ing
ngrasa sung tulada di depan menjadi
teladan, bahwa seorang guru adalah pendidik yang harus
memberi contoh atau menjadi panutan. Ing madya mangun karsa..di tengah
membangun sebangat, artinya seorang guru adalah pendidik yang selalu berada di tengah-tengah para muridnya dan terus-menerus membangun
semangat dan ide-ide mereka untuk berkarya. Dan Tut wuri handayani dibelakang memberi
dorongan….bermakna seorang guru adalah
pendidik yang terus-menerus menuntun, menopang, dan menunjuk arah yang benar
bagi hidup dan anak-anak didiknya.
Guru diibaratkan seorang
pengasuh (fasilitator) yang mempunyai peran mengasuh, membimbing sang anak
dengan ikhlas sesuai bakat dan minat yang diasuh.
Maka guru hendaknya mencermati garis kodrat
kemampuan siswa agar jiwanya merdeka lahir dan batin. Anak-anak mempuyai
kodratnya masing-masing. Guru mempunyai tugas mulia menuntun kodrat anak
tersebut. Melalui pendidikan, guru akan menuntun anak yang sudah mempunyai
kodrat baik akan menjadi lebih baik lagi.
0 Komentar