Pengenalan Learning Management System (LMS)

 



Selasa, 10 Agustus 2021 mulai Pukul 10.00 WITA dilaksanakan kegiatan Pengenalan LMS (Learning Management Sistem) yang diikuti oleh pendamping (Pengajar praktik baik)  dan Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan ke-3 yang berasal dari wilayah Bali, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara, di bawah naungan P4TK PENJAS dan BK. Jumlah peserta 1042 orang terdiri dari Fasilitator 46 orang, admin 31 orang, pengajar praktik 181 orang, CGP 843 orang, dengan pembagian room zoom sebanyak 15 ruang.


Pada pembagian room zoom peserta dari wilayah Majene, Mamuju dan Selayar menggunakan room zoom 10 admin Urdik Hartanto dan fasilitator bu Musyarofah dari kemdikbud. 




Kegiatan LMS ini dilakukan secara daring, yang di pandu oleh Urdik Hardianto. Beliau memaparkan tentang bagaimana menggunakan aplikasi LMS sebagai media komunikasi CGP dengan fasilitator dalam memahami materi serta media bagi CGP dalam mengumpulkan tugas yang berasal dari 3 modul harus diselesaikan tepat waktu.

Pendampingan oleh fasilitator dan pendamping dengan 3 modul diberikan selama 6 bulan . Dalam setiap modul terdiri dari 4 tahapan
1. Pengantar
2. Aktifitas pembelajaran
3. Penutup
4. Penilaian fasilitator

Setiap modul selalu menggunakan Alur MERRDEKA dengan penjabaran sebagai berikut:

Mulai dari diri

Berupa pertanyaan yang tetkait LMS yang berisi pengalaman, pandangan diri tenang suatu hal, mengenal dan memahami materi.

Eksplorasi konsep

(mandiri dan forum diskusi) mempelajari materi yang berupa artikel atau video yang dilakukan secara mandiri, refleksi kritis tentang materi yang ada.

Ruang kolaborasi
Kita diminta untuk membuat tugas-tugas secara kelompok

Refleksi terbimbing
Kita diminta untuk merefleksikan apa yang sudah kita kerjakan dengan tetap mendapatkan bimbingan

Demontrasi kontektual
CGP Diminta membuat tugas sesuai modul. Tugas tersebut ada dalam bentuk artikel, ada juga puisi atau video dan sebagainya.

Elaborasi pemahaman
Bertemu instruktur via video kompren dengan fasilitator

 

 

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...