Kamis, 12 Agustus 2021
Pembukaan di pandu oleh MC Ria
Diselenggaran secara daring dengan streming
canel youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal dan PTK
Mengawali acara pembukaan program
pelatihan guru penggerak PPGP dilaksanakan dengan melalui pelatihan dan
pendampingan fokus yang dapat menggali potensi-potensi guru dalam meningkatkan
sumber daya manusia. kEgiatan ini tidak menyurutkan semangat.
Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh:
1.
Menteristek Nadim Makarim
2. Dr.
Iwan Syahril, Ph.D. direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan
Kebudayaan
3. Prof.
DR. Nunu Sutiani, sekretaris jenderal
4. DR.
Santi Anbarini Paud
5. DR.
Praptono, M.Ed. Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan PTK
6. Gubernur
7. Walikota
8. Bupati
9. Kepala
Dinas Pendidika dan Kebudayaan
10. Pengawas
11. Kepala
Sekolah
12. Fasilitator
13. Pengajar
Praktik
14. CGP
Dalam laporan Dr. Praptono, M.Ed
menyampaikan bahwa pelaksanaan pembukaan PPGP ini dihadiri oleh Calon Guru
Penggerak sebanyak 2800 orang, Pengajar Praktik 523 orang, dan Fasilitator
senanyak 146 orang.
Kegiatan ini merupakan tindak
lanjut dari pelatihan program prioritas nasional. PPGP angkatan 3 ini
menancapkan pada 4 pilar perubahan prioritas dalam layanan pendidikan nasional,
yaitu
1. Kepemimpina
pembelajaran
2. Pembelajaran
berdiferensiasi
3. Pembelajaran
social dan emosional
4. Komunitas
praktik.
Intervensi
ini dilakukan terhadap calon guru penggerak (CGP) selama bulan.
Kemudian
DR. Iwan Syahril, Ph.D direktur jenderal guru dan tenaga kependidikan dan
Kebudayaan bahwa ada 2 hal penting dalam pelaksanaan PPGP yaitu kebudayaan
dalam hal ini peradaban, diharpkan dapat melahirkan masa depan, melahirkan
generasi pembaharu yang dapat menghadapi tantangan zaman, Upaya membangun
peradaban yang kuat sesuai filosofi bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara. Beliau
menyatakan bahwa pendidikan adalah tempat bersemayan benih-benih kebudayaan.
Mari kita rawat, tumbuhkan benihnya untuk mencapai tujuan pendidikan kita. Bukan
hanya administrasi, strategi pembelajar
Pada masa perjuangannya Ki Hajar Dwantara menginginkan pendidikan yang merdeka,
bangsa Indonesia yang merdeka dan bermartabat. Di bangun taman siswa.
Yang
ke dua adalah merdeka belajar. Dalam hal ini pendidikan kita berpijak pada sebuah
filosofi yaitu filosofi Ki Hajar Dewantara, tertian logo Tut Wuri Handayani
merupakan slogan rangkaian yang terkenal bahw a seorang pendidik itu dia
seorang teladan, seorang pemberi semangat dan dia yang memberdayakan muridnya,
membuat komitmen akan menghasilkan manusia yang merdeka, yang bukan siswa
melainkan juga gurunya, harus merdeka lahir batinnya.
Latar
belakang lahirnya guru penggerak adalah ingin menghidupkan kembali bias hadir
diruang-ruang kelas, merdeka yang berorientasi pada muridnya, menghamba pada
murid.. Pendidik harus bebas dari ikatan, suci hati mendekati sang anak,
membuat komitmen memberi layanan secara suci sebaik-baiknya. PGP ini lahir
sebagai wadah pembaharu, paradikma baru,menciptakan kesimbangan dalam
mentransformasi pendidikan, berpusat pada murid bukan berpokus pada
administrasi.
Program
guru penggerak ini adalah program pemimpin .yang harus seimbang lahir dan batin
yakni olah, rasa, dan karsa. Semua hal tersebut di asah untuk melahirkan
generasi emas, dapat mewujudkan mimpi. Kebermanfaatan guru penggerak yang lain
dapat menghasilkan karya tambahan yang bias berupa coretan-coretan praktik baik
berupa buku, video pembelajaran, puisi dan lain-lain.




0 Komentar