TANTANGAN PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL

  

Guru adalah merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Untuk mempersiapkan masa depanbangsa dengan sendirinya bangsa harus menyiapkan anak untuk memiliki kompetisi yang relevan untuk kehidupan pada masa mendatang. Di era digital ini kita dituntut untuk mempersiapkan guruan yang berbasis digital dengan harapan dapat menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk bersikap kritis dalam menghadapi teknologi, informasi dan kemampuan berkolaborasi. Hal tersebut sejalan dengan pembelajaran abad 21.

Era digital ini sudah pasti semua orang menggunakan teknologi. Kemajuannya yang begitu pesat tidak bisa dihindarkan. Perangkat teknologi seperti komputer, gadget seluler, dan internet sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan teknologi ini bukan lagi barang mewah bagi kita, tetapi sebuah keharusan harus dimiliki.

Perkembangan teknologi tersebut sangat cepat berpengaruh besar terhadap semua bidang kehidupan manusia, terutama di bidang guruan. Kita dengan cepat dapat belajar, dan penyampaian informasi menjadi lebih mudah. Fungsi teknologi itu lebih dari sekadar mentransfer materi pembelajaran ke lingkungan digital karena mereka diharapkan dapat menyediakan komunikasi dan kerja sama.

Tantangan masa kini di dunia guruan khususnya pembelajaran. Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi guru menguasai dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Menguasai dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran juga adalah tuntutan kompetensi guru sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Guruan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi dan Kompetensi Guru.

Kualifikasi dan kompetensi guru saat ini harus memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Pada kompetensi profesional dijelaskan bahwa sekurang-kurangnya seorang guru harus, diantaranya, menguasai dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Karena teknologi di era digital merupakan salah satu kekuatan pendorong dalam menciptakan guruan yang berkualitas tinggi.

Peningkatkan mutu pengajaran, pembelajaran dan manajemen di sekolah diharapkan membantu meningkatkan standar. Susungguhnya teknologi mampu memberikan solusi dan layanan baru untuk kegiatan pembelajaran. Menawarkan alat baru untuk meningkatkan pengetahuan, dan penggunaannya akan menambah dan meningkatkan minat peserta didik. Kendalanya walaupun kita tahu bahwa teknologi semakin populer, namun masih banyak guru masih memiliki tantangan untuk mengintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran.

Kendala utama yang dialami oleh guru dalam pembelajaran adalah sarana dan prasarana pendukung di sekolah sangat yang terbatas. Sarana dan prasarana yang dimaksud adalah komputer, laptop, dan infokus. Kendala berikutnya yang cukup tinggi mempengaruhi guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran adalah ketersediaan jaringan internet dan sinyal.

Pengetahuan teknis guru tentang teknologi yang terbatas menjadi kendala berikutnya dalam pembelajaran di kelas. Kemudian, ketakutan dan pertimbangan dampak negatif dari penggunaan HandPhone dan laptop di sekolah. Masih ada kekurangan, masih kurangnya kesempatan mengembang diri dan lain sebagainya.

Tantangan yang paling umum yang dialami oleh para guru, yakni kurangnya waktu mereka miliki. Mereka tidak punya cukup waktu untuk merencanakan rencana pelajaran teknologi yang luar biasa, atau menjelajahi berbagai aspek perangkat lunak. Sebagian guru berkomentar bahwa dibutuhkan lebih banyak waktu untuk merancang proyek yang mencakup penggunaan teknologi baru daripada menyiapkan pelajaran untuk mengajar dengan cara tradisional dengan buku dan lembar kerja.

  Menghadapi tantangan guru menghadapi banyak tantangan ketika mencoba untuk mengintegrasikan teknologi dalam pengajaran mereka dan beberapa di antaranya adalah pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, dan sikap mereka dalam menggunakan teknologi dalam kegiatan mengajar. Bukti empiris untuk mengklaim bahwa kepercayaan guru tentang praktik mengajar adalah penting dalam menjelaskan mengapa guru mengadopsi teknologi digital untuk pengajaran. Jika mereka tidak memiliki pemahaman yang baik tentang manfaat potensial menggunakannya dalam mengajar, agar guru memiliki motivasi untuk mengintegrasikan dalam kegiatan pengajaran.

Kompetensi Guru di Era Abad 21

Menurut Kristiawan, dkk: 2018 menyatakan bahwa era abad 21 saat ini di mana kemajuan teknologi maju begitu pesatnya, di mana guru dituntut untuk bisa eksis dan berkembang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan di era 21 seperti sekarang ini. Guru dituntut bukan hanya pada kompetensi akademik berupa hardskills, tetapi juga kemampuan-kemampuan, sikap perilaku (softskills) yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai individu dan guru.

Sejumlah kompetensi yang harus dimiliki guru untuk dapat melaksanakan perannya di era 21. Kualitas seorang guru harus menguasai konten pengetahuan. Dalam hal ini guru dituntut untuk mampu menciptakan, menggunakan, menilai, dan mengelola aplikasi dan proses guru secara teoritik dan praktik. Penguasaan konten pedagogi. Guru diharuskan memiliki kemampuan mengimplementasikan dan melaksanakan proses teknologi guruan yang efektif berdasarkan pada isi dan pedagogi kontemporer.

Kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Standar ini dimaksudkan agar para guru mampu memfasilitasi belajar dengan cara menciptakan, menggunakan, dan mengelola lingkungan belajar yang efektif. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Dalam hal ini guru dituntut untuk memiliki kemampuan mendesain, mengembangkan, melaksanakan dan mengevaluasi lingkungan belajar yang kaya akan teknologi dengan dukungan para praktisi.

Kemampuan melakukan penelitian, hal ini menuntut guruuntuk memiliki kemampuan menggali, mengevaluasi, mensintesis dan menerapkan metode inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar dan kinerja.

Dengan demikian peran guru dalam dunia guruan berbasis teknologi di era 21 sangat penting dalam mengelola pembelajaran di mana guru harus mulai menerapkan sistem pengajaran hybrid. Di sini guru untuk dapat merespon perkembangan peran teknologi dalam dunia guruan. Yang pasti guru harus “melek” terhadap teknologi dan informasi. Di samping memiliki keterampilan mengajar dalam menyampaikan materi pembelajaran secara tatap muka, guru juga memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam mengembangkan sumber pembelajaran berbasis digitalisasi.

 

 

Referensi

Kristiawan, M., Suryanti, I., Muntazir, M., & Ribuwati, A. (2018). Inovasi    Pendidikan. Jawa Timur: Wade Group National Publishing.

Kristiawan, M., & Rahmat, N. (2018). Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Inovasi Pembelajaran. Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan, 3(2), 373- 390. 10. Learning in the 21st Century: Taking it.

http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=1245260&val=12987&title=TUNTUTAN%20DAN%20TANTANGAN%20PENDIDIK%20DALAM%20TEKNOLOGI%20DI%20DUNIA%20PENDIDIKAN%20DI%20ERA%2021. Diakses Rabu, 2 Juni 2020.

 

 

0 Komentar

Menulis Cerita

 Kata orang menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Menunggu satu jam sebelum lomba menulis cerita dimulai terasa seperti duduk di antara rasa gugup dan harapan. Aula masih setengah ramai, suara kursi yang digeser bercampur dengan obrolan pelan para peserta lain. Aku memandangi layar laptop yang masih kosong, sementara jemariku sesekali mengetuk meja tanpa irama. Di sudut ruangan, aroma kopi dan kertas baru membuat suasana terasa lebih hidup, tetapi waktu berjalan lambat seperti sengaja menguji kesabaran. Sesekali aku membuka kembali catatan ide cerita yang sudah disiapkan, lalu menutupnya lagi karena takut justru kehilangan inspirasi saat lomba benar-benar dimulai. Panitia sibuk mondar-mandir memeriksa perlengkapan, sementara suara mikrofon yang sesekali berdengung membuat semua orang spontan menoleh ke depan. Di tengah penantian itu, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan—campuran antara cemas, penasaran, dan semangat untuk segera membuktikan kemampuan lewat tulisan. Jam d...